Viral Dugaan Kekerasan di Daycare India: Pengelola Tuduh Mantan Karyawan Rekayasa Video
Baca dalam 60 detik
- Little Scholars membantah tuduhan penganiayaan bayi di Bengaluru, mengklaim video viral adalah rekayasa dua mantan pegawai yang dipecat karena pelanggaran disiplin.
- Pihak daycare menyebut mantan karyawan menyelundupkan ponsel, merekam bayi di luar jangkauan CCTV, lalu memeras manajemen sebelum video disebar.
- Polisi masih menyelidiki kasus ini; pengelola menegaskan tidak bersalah dan menuntut proses hukum terhadap para pelaku.

Pengelola daycare Little Scholars di Bengaluru, India, membantah keras tuduhan penganiayaan terhadap bayi yang videonya viral pada Juni lalu. Dalam pernyataan resmi, pihak institusi mengklaim rekaman tersebut adalah bagian dari konspirasi balas dendam oleh dua mantan karyawan yang dipecat karena pelanggaran aturan.
Little Scholars, yang mengelola fasilitas penitipan anak di kampus Capgemini India, menegaskan bahwa kedua pengasuh dipecat pada 25 Juni setelah terlibat pertengkaran fisik dan verbal di jam kerja. Pemilik daycare, Ramandeep Kaur, menyebut pemecatan dilakukan sesuai kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran. "Kartu identitas dan kredensial perusahaan mereka langsung ditarik," ujar Kaur.
Menurut Little Scholars, setelah dipecat, kedua mantan pegawai itu berupaya menekan manajemen agar dipekerjakan kembali. Mereka diduga menyelundupkan ponsel ke dalam fasilitas, melanggar aturan keamanan, dan sengaja membawa bayi ke area yang tidak terpantau CCTV untuk merekam situasi yang mengkhawatirkan. "Video itu awalnya digunakan untuk memeras manajemen, dan setelah ditolak, baru disebar ke publik," klaim pihak daycare.
Kuasa hukum Little Scholars, Adithya Krishna Pandey, menyebut tindakan mantan karyawan itu sebagai aksi balas dendam. "Mereka menyiksa bayi-bayi tak berdosa secara terencana. Setelah dipecat, mereka melakukan pemerasan. Kami berkoordinasi dengan polisi untuk memastikan keadilan," kata Pandey. Ia menambahkan bahwa salah satu pelaku adalah mantan supervisor yang didampingi temannya.
Ramandeep Kaur menegaskan bahwa baik Little Scholars maupun Capgemini tidak bersalah. "Yang salah harus dihukum. Saya sendiri dimintai uang 250.000 rupee oleh seseorang yang ternyata penipu," ujarnya. Kaur mengaku bisnisnya terdampak akibat kontroversi ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik India dan memicu pertanyaan tentang pengawasan di fasilitas penitipan anak. Di Indonesia, insiden serupa kerap memicu diskusi tentang standar keamanan daycare dan perlindungan anak. Meski Little Scholars membantah tuduhan, polisi terus mendalami kasus ini. Pertanyaan besarnya: apakah sistem pengawasan di daycare cukup ketat untuk mencegah penyalahgunaan oleh oknum karyawan?



