Gibran Naik Perahu Klotok ke Lokasi Jembatan Mangkrak, Janji Rampung Akhir Juli
Baca dalam 60 detik
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek Jembatan Way Bungur di Lampung Timur yang mangkrak sejak 2016, menggunakan perahu klotok untuk mengakses lokasi.
- Jembatan darurat ditargetkan selesai dalam dua pekan, memungkinkan sepeda motor melintas, sementara jembatan permanen masih menunggu sinergi pusat-daerah dan pembebasan lahan.
- Kunjungan ini menyoroti urgensi infrastruktur dasar di daerah terpencil, dengan dampak langsung pada keselamatan pelajar dan distribusi ekonomi lokal.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan Jembatan Way Bungur di Lampung Timur pada Rabu (15/7) dengan menaiki perahu klotok, menyusuri sungai yang selama bertahun-tahun menjadi penghalang mobilitas warga. Proyek yang mangkrak sejak 2016 ini akhirnya mendapat perhatian pusat setelah viralnya video anak-anak sekolah menyeberangi derasnya arus sungai tanpa alat pengaman.
Jembatan yang menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan memangkas waktu tempuh dan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta perikanan di Kabupaten Lampung Timur. Dalam kunjungannya, Gibran didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Gibran mengaku prihatin melihat kondisi anak-anak yang setiap hari harus menggunakan perahu klotok tanpa pelampung untuk berangkat sekolah, terutama saat musim hujan. “Jembatan daruratnya dua minggu lagi selesai. Paling tidak, sepeda motor sudah bisa lewat dulu sehingga anak-anak pelajar tidak perlu menyeberang sungai pakai perahu lagi,” ujarnya di lokasi.
Pemerintah menargetkan jembatan darurat rampung pada akhir Juli 2026, sementara jembatan permanen masih dalam tahap perencanaan. Gibran menegaskan bahwa penyelesaian proyek membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam pembebasan lahan dan penyelesaian masalah teknis. “Daerah harus proaktif,” katanya.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik kunjungan tersebut dan berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. “Kehadiran beliau menjadi motivasi dan bukti nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur daerah,” ujarnya. Ia berharap jembatan permanen segera terwujud untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Setelah meninjau jembatan, Gibran melanjutkan kunjungan ke MTs Muhammadiyah I Way Bungur, lahan pertanian singkong di Desa Muara Jaya, dan Taman Purbakala Pugung Raharjo—situs cagar budaya yang tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Di sana, ia bertemu dengan tokoh masyarakat dan budaya Lampung.
Kunjungan ini menjadi sorotan karena menggunakan perahu klotok—simbol ironi infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga. Pertanyaan besarnya, akankah jembatan permanen benar-benar terealisasi tepat waktu, atau kembali menjadi proyek mangkrak yang hanya dikunjungi saat viral?



