Amazon Leo Siap Gebrak Afrika Selatan dengan Internet Satelit pada 2027
Baca dalam 60 detik
- Amazon Leo menggandeng Herotel untuk meluncurkan layanan broadband satelit evry di Afrika Selatan pada 2027, menyasar daerah pedesaan yang minim akses internet.
- Kemitraan ini memanfaatkan jaringan distribusi Herotel yang mencakup 550 kota, memungkinkan instalasi dan dukungan teknis dari awal peluncuran.
- Persaingan penyedia internet satelit di Afrika kian memanas, dengan Starlink juga mengincar pasar Afrika Selatan sambil menunggu perubahan regulasi kepemilikan asing.

Amazon Leo, proyek internet satelit orbit rendah milik raksasa e-commerce Amazon, memastikan langkah ekspansinya ke Afrika Selatan dengan menggandeng penyedia jasa internet lokal Herotel untuk meluncurkan layanan broadband bernama evry pada 2027. Langkah ini menjadi sinyal bahwa perebutan pasar konektivitas di benua Afrika semakin intensif, terutama di wilayah yang selama ini terabaikan oleh infrastruktur konvensional.
Berdasarkan perjanjian yang diumumkan Rabu (15/7), Herotelโperusahaan fixed internet terbesar di Afrika Selatan yang dimiliki oleh Mazivโakan memanfaatkan teknologi satelit Amazon Leo untuk menyediakan layanan evry. Layanan ini diprioritaskan bagi pelanggan rumah tangga di kawasan pedesaan, pertanian, dan kota kecil yang selama ini kesulitan mengakses internet karena keterbatasan jaringan serat optik dan nirkabel. Amazon Leo dan Herotel menilai kemitraan ini mampu menjembatani kesenjangan digital yang sudah berlangsung lama di negara tersebut.
Persaingan di sektor internet satelit Afrika kian sengit. SpaceX melalui Starlink juga berupaya memasuki pasar Afrika Selatan, namun masih menunggu perubahan aturan perizinan yang memungkinkan operator satelit asing memenuhi persyaratan kepemilikan lokal dan pemberdayaan tanpa harus mengambil saham. Jika aturan itu direvisi, Starlink diprediksi akan segera menyusul langkah Amazon Leo.
Menurut David Zapolsky, Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon, kolaborasi ini bertujuan meruntuhkan hambatan akses bagi jutaan orang yang belum memiliki koneksi internet andal untuk bekerja, pendidikan, atau layanan publik. Ia menekankan bahwa evry bukan sekadar produk komersial, melainkan upaya membuka peluang ekonomi dan sosial di daerah terpencil.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat kondisi geografis kepulauan yang juga menghadapi tantangan serupa dalam penyediaan internet di daerah terluar. Model kemitraan antara operator satelit global dengan penyedia jasa lokal seperti yang dilakukan Amazon Leo dan Herotel bisa menjadi referensi bagi kebijakan konektivitas di Tanah Air. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong percepatan infrastruktur digital melalui satelit Satria-1, namun kerja sama dengan pemain global seperti Amazon Leo atau Starlink belum tergarap maksimal.
Ke depan, kesuksesan evry di Afrika Selatan akan menjadi uji coba penting bagi strategi ekspansi Amazon Leo di pasar berkembang. Pertanyaan yang mengemuka: akankah model ini diadopsi di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki tantangan konektivitas serupa?



