Serge Pizzorno Akui Tak Lagi Berkomunikasi dengan Tom Meighan Pasca Vonis Kekerasan
Baca dalam 60 detik
- Serge Pizzorno, gitaris Kasabian, mengaku tidak pernah berbicara lagi dengan mantan vokalis Tom Meighan sejak vonis penganiayaan pada 2020.
- Keputusan memecat Meighan disebut sebagai pilihan terakhir karena band tidak bisa membenarkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga.
- Meighan kini sukses sebagai solois, namun hubungan dengan mantan rekan setimnya tetap renggang dan penuh luka.

Gitaris utama Kasabian, Serge Pizzorno, untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Tom Meighan, mantan vokalis yang dihukum karena melakukan penganiayaan terhadap tunangannya pada 2020. Dalam wawancara dengan The Telegraph, Pizzorno menyebut masa itu sebagai periode kelam yang sulit dibayangkan.
Meighan resmi meninggalkan Kasabian pada Juli 2020, sehari setelah mengaku bersalah atas tuduhan menyerang Vikki Ager, yang kini menjadi istrinya. Vonis pengadilan menjatuhkan hukuman 200 jam kerja sosial dan lima hari rehabilitasi. Pasca kepergian Meighan, Pizzorno mengambil alih posisi vokalis utama, sebuah transisi yang ia gambarkan sebagai tekanan luar biasa.
“Kalian tidak bisa membayangkan betapa beratnya,” ujar Pizzorno. Ia menambahkan bahwa dirinya dan personel lain tidak punya pilihan selain meminta Meighan hengkang. “Sama sekali tidak mungkin kami membenarkan vonis penganiayaan itu,” tegasnya.
Meski sebelumnya bersahabat dekat, Pizzorno mengaku belum berbicara dengan Meighan sejak kasus itu mencuat. Ketika ditanya apakah ia merindukan Meighan, Pizzorno menjawab dengan nada getir, “Aku merindukan Tom yang dulu.” Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan personal mereka telah berubah secara permanen.
Dalam wawancara yang sama, Pizzorno menolak berspekulasi mengenai kemungkinan penanganan berbeda jika kejadian terulang. “Soalnya begini… ini terlalu dalam untuk dibahas detail. Itu sudah terjadi, sudah selesai,” katanya. Sikap ini menunjukkan bahwa Pizzorno lebih memilih menutup babak kelam tersebut dan fokus ke depan.
Sementara itu, Meighan sempat merilis pernyataan usai vonis, mengaku sangat menyesali perilakunya dan menerima tanggung jawab penuh. Ia dan Vikki menikah setahun kemudian, dan dalam pernyataan bersama mereka menyebut Meighan telah bekerja keras memperbaiki diri. Namun, bagi Pizzorno, pemulihan hubungan tampaknya masih jauh panggang dari api.
Di Indonesia, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga kerap menimpa figur publik, seperti kasus Lesti Kejora dan Rizky Billar pada 2022 yang menyita perhatian nasional. Dinamika serupa—antara hukuman hukum, upaya rekonsiliasi, dan putusnya hubungan profesional—menjadi pelajaran berharga tentang batas toleransi publik dan industri hiburan terhadap pelaku KDRT. Keputusan Kasabian memecat Meighan mencerminkan sikap tegas yang bisa menjadi preseden bagi industri musik Tanah Air.
Meighan sendiri kini menikmati karier solo yang cukup sukses. Namun, dalam wawancara sebelumnya, ia mengaku masih merasakan sakit hati atas cara ia meninggalkan band yang telah membesarkan namanya. “Kami bersama begitu lama, kami seperti keluarga, tumbuh bersama. Itulah yang… menyakitkan,” ungkapnya. Pertanyaan besarnya kini: mungkinkah kedua pihak suatu hari bisa berdamai, atau luka masa lalu terlalu dalam untuk disembuhkan?



