Freya Skye Jadi Wajah Baru Hollister: Kolaborasi yang Terasa 'Sungguh Tak Nyata'
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi remaja Freya Skye ditunjuk sebagai brand ambassador Hollister untuk kampanye denim musim gugur, menandai langkah besar di usia 16 tahun.
- Kolaborasi ini mencakup sponsor tur, penampilan eksklusif di toko, dan produk edisi terbatas, memperkuat hubungan antara musik dan fesyen.
- Freya mengaku sempat mengalami imposter syndrome saat tampil bersama artis papan atas, namun kini optimis menjangkau lebih banyak penggemar.

Penyanyi muda asal Inggris, Freya Skye, resmi menjadi wajah baru Hollister untuk kampanye denim musim gugur mereka. Di usia 16 tahun, ia mengaku merasa 'sungguh tak nyata' bisa berkolaborasi dengan merek yang telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak kecil.
Kemitraan ini tidak hanya sebatas foto iklan. Hollister, yang berada di bawah naungan Abercrombie & Fitch Co., akan mensponsori tur Freya di Inggris, Eropa, dan Amerika Utara. Selain itu, merek tersebut akan mengadakan acara eksklusif di toko serta meluncurkan produk edisi terbatas yang terinspirasi dari sang penyanyi. Langkah ini menunjukkan bagaimana industri fesyen semakin mengandalkan figur muda yang autentik untuk menjangkau konsumen Gen Z.
Dalam wawancara dengan WWD, Freya mengungkapkan bahwa gaya Hollister yang santai namun serbaguna sangat cocok dengan kehidupannya yang bergerak cepat antara aktivitas sehari-hari dan panggung. "Saya tumbuh dengan Hollister, jadi bisa bermitra sekarang terasa sangat tidak nyata," ujarnya. Ia menambahkan bahwa koleksi denim ini memungkinkan siapa pun untuk tampil percaya diri tanpa kehilangan kenyamanan.
Carey Collins Krug, Chief Marketing Officer Abercrombie & Fitch Co., menyebut musik sebagai inti dari ekspresi diri pelanggan mereka. "Keaslian, kreativitas, dan energi Freya menjadikannya mitra alami untuk kampanye ini," katanya. Pernyataan ini menegaskan tren di mana merek fesyen global semakin sering menggandeng musisi muda untuk menciptakan koneksi emosional dengan pasar.
Di sisi lain, perjalanan Freya tidak selalu mulus. Ia mengaku pernah mengalami imposter syndrome saat tampil di iHeartRadio Jingle Ball Tour bersama nama-nama besar seperti Ed Sheeran dan Olivia Dean. "Saya merasa seperti penipu di antara artis mapan yang saya kagumi," katanya kepada Billboard. Namun, rasa gugup itu sirna begitu ia melihat penonton ikut bernyanyi meski lagunya baru dirilis tiga hari. "Itu momen yang luar biasa," kenangnya.
Bagi penggemar musik dan fesyen di Indonesia, kolaborasi ini bisa menjadi angin segar. Hollister, yang memiliki basis konsumen cukup besar di tanah air, kerap menjadi pilihan remaja yang ingin tampil kasual namun trendi. Dengan hadirnya Freya Skye sebagai brand ambassador, diharapkan semakin banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi untuk mengeksplorasi gaya pribadi mereka. Apalagi, kampanye ini menekankan pada kenyamanan dan kepercayaan diriโnilai yang universal.
Freya sendiri optimis dengan masa depannya. Ia mengaku senang ketika ada yang bertanya "siapa dia?" karena itu berarti masih banyak orang yang bisa ia jangkau. "Mungkin itu dimaksudkan sebagai hinaan, tapi saya justru merasa tertantang," ujarnya. Dengan dukungan Hollister dan basis penggemar yang terus bertambah, Freya Skye tampaknya siap melangkah lebih jauhโmungkin tidak hanya di panggung musik, tetapi juga sebagai ikon gaya hidup generasi baru.



