Arsenal Bidik Morgan Rogers Sebagai Prioritas Utama, Barcola Jadi Opsi Kedua
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menjadikan Morgan Rogers dari Aston Villa sebagai target utama lini serang setelah gelar Premier League 2025/26.
- Bradley Barcola dari PSG menjadi alternatif dengan harga minimal £100 juta, namun Liverpool juga memburunya.
- Rogers unggul dalam statistik gol dan assist di Premier League dibanding Barcola di Ligue 1, serta lebih berpengalaman di Inggris.

Arsenal harus mempertahankan mahkota Premier League yang baru direbut setelah dua dekade penantian, dan Mikel Arteta sadar bahwa mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebutnya. Oleh karena itu, The Gunners bergerak cepat di bursa transfer untuk memperkuat sektor sayap, dengan Morgan Rogers dari Aston Villa muncul sebagai target utama.
Kehilangan Leandro Trossard yang hengkang pada musim panas ini membuat Arsenal wajib mendatangkan pemain depan baru. Beberapa nama telah masuk dalam daftar incaran, termasuk Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dan Christos Tzolis dari Club Brugge. Namun, menurut jurnalis Fabrizio Romano, Rogers-lah yang menjadi prioritas nomor satu Arteta.
Rogers, yang baru berusia 23 tahun, mencatatkan 16 kontribusi gol (gol plus assist) di Premier League musim lalu—lebih tinggi lima angka dari Barcola yang hanya mampu mengemas 11 gol di Ligue 1. Selain itu, pemain asal Inggris itu juga unggul dalam dribel sukses dan sentuhan di kotak penalti lawan (5,1 per 90 menit), menempatkannya di 20 persen teratas pemain Premier League. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Rogers bukan hanya pencetak gol, tetapi juga ancaman konstan di area berbahaya.
Sementara itu, Barcola tetap menjadi opsi yang menarik. Pemain sayap kiri PSG itu mencatatkan 1,6 tembakan tepat sasaran per laga dan 2,1 peluang tercipta per 90 menit—lebih baik dari 95 persen penyerang Ligue 1. Namun, banderolnya yang mencapai £100 juta membuat Arsenal harus berpikir dua kali, apalagi Liverpool juga ikut dalam perburuan. Di sisi lain, Tzolis yang telah sepakat secara personal dengan Arsenal hanya dihargai £40 juta, namun pengalamannya di Liga Belgia masih diragukan.
Keputusan Arsenal untuk memprioritaskan Rogers menunjukkan strategi yang matang: mendatangkan pemain yang sudah teruji di Premier League dan memiliki potensi jangka panjang. Dengan harga yang diperkirakan mencapai £130 juta—rekor klub—Rogers akan menjadi investasi besar, namun statistiknya membuktikan bahwa ia layak menjadi ujung tombak serangan Arsenal di masa depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League semakin agresif dalam merekrut talenta muda, dan persaingan dengan Liverpool serta klub lain akan mempengaruhi harga pasar pemain. Jika Rogers bergabung, ia bisa menjadi idola baru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat popularitas Arsenal yang besar di kawasan ini.
Pertanyaan besarnya: akankah Aston Villa rela melepas bintang mudanya? Dengan Villa yang juga berambisi bersaing di papan atas, negosiasi diprediksi berlangsung alot. Arsenal harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Rogers sebelum pesaing lain ikut campur. Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian nyata bagi ambisi Arteta untuk membangun dinasti.



