Mobil Listrik BYD Tabrak Kaca Gedung di SCBD, Polisi Ungkap Kronologi
Baca dalam 60 detik
- Sebuah mobil listrik BYD menabrak kaca gedung LG Treasury Tower di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi.
- Polisi memastikan tidak ada korban jiwa, dan pengemudi bersama pengelola gedung telah mencapai kesepakatan damai.
- Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, menimbulkan pertanyaan tentang keamanan kendaraan listrik di area parkir.

Kecelakaan lalu lintas yang tidak biasa terjadi di kawasan bisnis SCBD, Jakarta Selatan, ketika sebuah mobil listrik BYD menabrak kaca gedung LG Treasury Tower di District 8, Kebayoran Baru, pada Rabu (15/7) pagi. Insiden ini langsung menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial, khususnya di akun Instagram @jakarta.terkini.
Dalam rekaman tersebut, terlihat kaca gedung pecah berkeping-keping dan bagian depan mobil masuk ke dalam gedung. Kap mobil tampak ringsek akibat benturan keras. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kendaraan listrik itu kehilangan kendali hingga menabrak fasilitas gedung.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, mengonfirmasi bahwa peristiwa itu melibatkan satu unit mobil BYD yang dikemudikan oleh seorang pria. Pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendokumentasikan kerusakan, dan memeriksa titik benturan.
Menurut Nugrahadi, pengemudi dan pihak pengelola gedung telah berkoordinasi dan mencapai kesepakatan secara kekeluargaan terkait kerugian yang ditimbulkan. "Kedua pihak telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu. Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kecelakaan ini menyoroti potensi risiko yang mungkin timbul dari penggunaan kendaraan listrik, terutama di area parkir tertutup. Meskipun belum ada indikasi bahwa faktor teknis menjadi penyebab, kejadian ini mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan berkendara, termasuk penguasaan pedal dan sistem pengereman regeneratif yang berbeda dari mobil konvensional.
Di Indonesia, adopsi kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan insentif pemerintah dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Namun, insiden seperti ini menjadi pengingat bahwa transisi ke mobilitas hijau juga perlu diimbangi dengan edukasi pengemudi dan standar keamanan parkir yang memadai. Pengelola gedung perkantoran di kawasan padat seperti SCBD mungkin perlu mengevaluasi desain area parkir untuk mengurangi risiko tabrakan serupa.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Apakah ini murni human error, atau ada faktor lain seperti gangguan teknis pada kendaraan? Publik tentu berharap transparansi dari pihak berwenang agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.



