Penumpang Ryanair Tersedot ke Luar Pesawat: Kisah Istri yang Menahan Suaminya
Baca dalam 60 detik
- Seorang penumpang pria berusia 61 tahun tersedot keluar melalui jendela kabin yang terlepas saat penerbangan Ryanair dari Yunani ke Jerman pada 10 Juli.
- Insiden langka ini menyebabkan dekompresi kabin; dugaan sementara adalah pecahan mesin menghantam jendela, dan penyelidikan melibatkan otoritas AS, UE, serta Yunani.
- Korban mengalami cedera leher dan lengan parah, masih dirawat di rumah sakit, sementara istri dan penumpang lain berjuang menariknya kembali ke dalam pesawat.

Seorang penumpang maskapai Ryanair nyaris kehilangan nyawa setelah tersedot keluar melalui jendela kabin yang tiba-tiba terlepas saat pesawat baru saja lepas landas dari Thessaloniki, Yunani, menuju Jerman pada 10 Juli lalu. Insiden dramatis itu terjadi hanya beberapa menit setelah lepas landas, ketika suara dentuman keras memecah keheningan kabin dan membuat sang istri, Svetlana Maksimovic, berjuang mati-matian menahan tubuh suaminya agar tidak sepenuhnya terlempar.
Menurut kesaksian Maksimovic kepada Reuters, suaminya, Ljubisa Karovic (61), yang duduk di kursi dekat jendela, langsung tersedot keluar saat jendela kabin terlepas. "Saya tidak pernah mendengar suara lebih keras dari itu sebelumnya. Saya menoleh dan melihat sebagian tubuhnya sudah berada di luar jendela," ujarnya. Kepala dan lengan kanan Karovic menjuntai keluar, sementara sang istri dan penumpang lain berusaha keras menariknya kembali.
Otoritas Yunani menyebut peristiwa ini sangat langka. Dugaan sementara dari sumber bandara dan media Yunani adalah bahwa pecahan mesin terlepas dan menghantam jendela, menyebabkan dekompresi kabin. Pesawat tersebut, yang masih berada di Yunani, kini menjadi bagian dari penyelidikan multi-lembaga. Boeing menyatakan siap membantu investigasi yang dipimpin oleh Makedonia Utaraโnegara di mana insiden terjadiโsementara Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) dan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) turut terlibat. Jaksa Yunani juga telah membuka penyelidikan terpisah.
Karovic kini dirawat di rumah sakit di Thessaloniki dengan cedera leher dan lengan yang serius. "Wajahnya benar-benar rusak, darah di mana-mana, telinga, mata, dan hidungnya berubah bentuk," kata Maksimovic, menggambarkan kondisi suaminya yang masih berjuang untuk pulih. Pasangan itu telah menyewa pengacara. Penasihat hukum mereka, Vassilis Tsiaras, menegaskan bahwa insiden ini sangat serius dan hasil penyelidikan akan menjadi kunci.
Ryanair, yang telah mengonfirmasi bahwa jendela terlepas, memilih tidak berkomentar lebih lanjut selama penyelidikan resmi berlangsung. Maskapai berbiaya rendah ini sebelumnya pernah menghadapi insiden serupa, meskipun tidak separah ini. Bagi industri penerbangan, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas struktural kabin, terutama pada pesawat yang telah berusia tua. Pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut belum diidentifikasi secara resmi, tetapi Ryanair banyak mengoperasikan Boeing 737.
Bagi penumpang di Indonesia, insiden ini menyoroti perlunya standar keselamatan yang ketat, terutama mengingat maraknya perjalanan udara domestik dan internasional. Meskipun regulator penerbangan Indonesia, seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, telah menerapkan prosedur keselamatan yang ketat, kejadian langka seperti ini menunjukkan bahwa risiko teknis tetap ada. Penumpang diimbau untuk selalu memperhatikan instruksi keselamatan dan tetap tenang dalam situasi darurat.
Maksimovic, yang masih trauma, mengaku belum tahu berapa lama proses pemulihan suaminya akan berlangsung. "Konsekuensinya masih ada bagi dia dan saya. Bagaimana kami akan sembuh dan berapa lama perawatan itu berlangsung, kita lihat saja," katanya. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah penyelidikan akan mengungkap kegagalan desain atau perawatan, dan akankah Ryanair serta regulator penerbangan global mengambil langkah konkret untuk mencegah insiden serupa terulang?



