Korupsi Wasit Serie A: Inter Milan Bebas, Investigasi VAR Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Kejaksaan Milan menutup kasus dugaan suap wasit yang melibatkan Inter Milan dan mantan kepala wasit Gianluca Rocchi.
- Tidak ditemukan bukti skema terstruktur untuk memengaruhi penunjukan wasit, namun penyelidikan soal manipulasi VAR masih berjalan.
- Berkas perkara dikirim ke FIGC dan CONI, namun potensi sanksi olahraga dinilai kecil karena belum ada penyelidikan sebelumnya.

Kejaksaan Negeri Milan resmi menghentikan penyelidikan terhadap mantan kepala wasit Serie A, Gianluca Rocchi, dan klub raksasa Inter Milan terkait dugaan upaya memengaruhi penunjukan wasit. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang sempat menggerus kredibilitas kompetisi sepak bola Italia.
Investigasi yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir menyoroti praktik Rocchi yang diduga menekan operator VAR demi keuntungan Inter. Namun, setelah menelusuri bukti dan keterangan saksi, jaksa menyimpulkan tidak ada skema sistematis yang dirancang untuk menguntungkan Nerazzurri. Inter sendiri sempat masuk daftar tersangka, namun proses terhadap klub langsung dihentikan bersamaan dengan Rocchi dan wakilnya, Andrea Gervasoni.
Kasus ini bermula dari laporan yang menyebut Rocchi kerap menunjuk wasit yang dinilai โramahโ terhadap Inter dan menghindarkan tim tersebut dari pengadil lapangan yang dianggap tidak disukai. Tuduhan tersebut memicu kehebohan di kalangan penggemar dan analis, mengingat Inter merupakan salah satu klub paling sukses di Italia. Rocchi memilih mundur dari jabatannya saat penyelidikan berlangsung, digantikan sementara oleh Dino Tommasi dan kemudian Daniele Orsato.
Meski kasus pidana ditutup, Kejaksaan Milan tetap meneruskan berkas ke Kejaksaan Monza untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di ruang VAR yang melibatkan Luigi Nasca dan Stefano Di Vuono. Sementara itu, posisi Daniele Paterna masih akan diperiksa di Milan. Langkah ini menunjukkan bahwa otoritas hukum Italia serius memberantas segala bentuk kecurangan, meskipun tidak sampai pada level kriminal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam pengelolaan wasit dan teknologi VAR. Di tengah upaya PSSI meningkatkan kualitas perwasitan, kasus Rocchi menunjukkan bahwa pengawasan ketat terhadap ofisial pertandingan mutlak diperlukan. Meski sistem hukum Italia berbeda dengan Indonesia, prinsip akuntabilitas tetap relevan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kompetisi.
Ke depannya, publik akan menanti hasil penyelidikan di Monza. Apakah akan ada bukti baru yang mengubah peta kasus ini? Ataukah lembaga olahraga Italia akan mengambil langkah disipliner sendiri? Yang jelas, sepak bola Italia masih harus bekerja keras untuk memulihkan citra integritasnya.



