Allegri Bantah Negosiasi dengan Timnas Italia Sebelum Gabung Napoli, Sindir Milan soal Hojlund
Baca dalam 60 detik
- Massimiliano Allegri secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Napoli di Teatro San Carlo, menandatangani kontrak tiga tahun.
- Allegri membantah pernah melakukan pembicaraan dengan FIGC untuk menangani Timnas Italia, menegaskan kesepakatan dengan Napoli sudah tercapai sebelum pemilihan presiden federasi.
- Pelatih asal Tuscany itu melontarkan sindiran halus kepada AC Milan dengan menyatakan senang akhirnya bisa melatih Rasmus Hojlund, pemain yang gagal direkrut Milan musim panas lalu.

Massimiliano Allegri resmi menjadi nahkoda baru Napoli setelah diperkenalkan dalam acara megah di Teatro San Carlo, Naples, Selasa (22/6). Pelatih berusia 58 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan langsung melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi, termasuk membantah tawaran menangani Timnas Italia serta menyindir mantan klubnya, AC Milan, terkait kegagalan merekrut Rasmus Hojlund.
Dalam konferensi pers yang dihadiri Presiden Aurelio De Laurentiis serta direktur Giovanni Manna dan Andrea Chiavelli, Allegri menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan negosiasi dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menggantikan Gennaro Gattuso. โSaya tidak pernah melakukan kontak dengan federasi,โ ujar Allegri. Ia mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Napoli sudah terjalin jauh sebelum Giovanni Malagรฒ terpilih sebagai presiden FIGC pada 22 Juni. Pernyataan ini sekaligus membantah rumor yang beredar sebelumnya bahwa Allegri menjadi kandidat utama pelatih Gli Azzurri.
Allegri mewarisi tim yang musim lalu ditangani Antonio Conte, yang sukses mempersembahkan Scudetto dan Supercoppa Italiana. โIni kedua kalinya saya mewarisi tim Antonio. Semoga ini pertanda baik,โ ujar Allegri sambil tersenyum. Ia menekankan pentingnya bekerja serius dan profesional, terutama untuk membangun fondasi yang kuat hingga Maret, yang menurutnya menjadi penentu musim. Targetnya jelas: bersaing di Scudetto, Liga Champions, dan Coppa Italia.
Allegri juga enggan menanggapi pernyataan pemilik Milan, Gerry Cardinale, yang menginginkan tim bermain untuk menang, bukan sekadar tidak kalah. โSaya sama sekali tidak mengomentari kata-kata pemilik. Saya hanya berterima kasih kepada mereka yang mendukung saya sepanjang musim,โ kata Allegri. Ia mengaku menyesal gagal membawa Milan ke Liga Champions, tetapi kini fokus penuh pada tantangan baru bersama Napoli.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat Allegri ditanya mengenai Rasmus Hojlund. Musim panas lalu, Milan gagal mencapai kesepakatan dengan penyerang Denmark tersebut, yang akhirnya memilih Napoli. โSaya senang bisa melatihnya. Musim lalu saya menghindarinya, sekarang saya mendapatkannya,โ ujar Allegri dengan nada bercanda. Pernyataan ini jelas menjadi sindiran bagi mantan klubnya yang gagal mendatangkan pemain incaran.
Mengenai strategi transfer, Allegri menyerahkan sepenuhnya kepada klub. โKlub yang mengurus bursa transfer. Setelah melihat seluruh tim, saya akan memberikan evaluasi,โ ujarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan direktur dan presiden untuk meningkatkan daya saing tim, namun tetap berkelanjutan secara finansial. Allegri juga mengomentari situasi kiper, di mana Alex Meret dan Vanja Milinkovic-Savic kerap bergantian musim lalu. โNapoli memiliki dua kiper hebat. Pasti akan ada hierarki, tetapi saya akan melihatnya selama pramusim,โ pungkasnya.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, langkah Allegri ke Napoli menjadi sorotan karena ia adalah salah satu pelatih Italia paling sukses dengan banyak gelar. Kepindahannya juga menunjukkan dinamika persaingan di Serie A yang semakin ketat, di mana klub-klub besar seperti Napoli dan Milan terus berbenah. Kehadiran Hojlund, yang sempat dikaitkan dengan klub-klub Eropa, menambah daya tarik liga Italia di mata penggemar Tanah Air.



