Jane Seymour di Usia 75: 'Saya Ingin Jadi Poster Child untuk Perempuan di Atas 50'
Baca dalam 60 detik
- Aktris Jane Seymour, 75, menyatakan ambisinya menjadi ikon bagi perempuan usia 50+ untuk tetap aktif dan bermakna.
- Lewat serial 'Harry Wild', ia menunjukkan bahwa pensiun bukan akhir, melainkan kesempatan baru menggunakan keahlian.
- Pertunangan dengan John Zambetti di usia senja menegaskan cinta tak mengenal usia, menginspirasi banyak orang.

Jane Seymour, aktris berusia 75 tahun yang dikenal lewat serial Harry Wild, mendeklarasikan diri sebagai "poster child" bagi perempuan di atas 50 tahun. Dalam sebuah panel di Fanboy Expo Knoxville, Tennessee, akhir pekan lalu, ia menegaskan bahwa kehidupan tidak berhenti setelah menopause atau pensiun. Justru, fase ini bisa menjadi babak baru yang penuh gairah dan kontribusi.
Seymour memerankan profesor pensiunan yang beralih menjadi detektif amatir dalam Harry Wild. Menurutnya, peran itu sangat berarti karena mencerminkan realitas bahwa perempuan seusianya masih bisa menjadi pusat cerita, bukan sekadar figuran. "Saya berharap bisa menjadi contoh bahwa hidup belum selesai. Anak-anak sudah mandiri, pasangan mungkin ada atau tidak, tapi itu bukan akhir," ujarnya seperti dikutip People.
Aktris yang juga dikenal lewat The Kominsky Method dan Ruby's Choice ini mengaku tidak berusaha terlihat lebih muda. Ia justru ingin autentik dengan usianya dan menceritakan kisah-kisah yang relevan. "Saya tidak hanya menjadi nenek yang muncul di latar belakang. Saya bisa menjadi pemeran utama," tegasnya.
Di luar karier, kehidupan pribadi Seymour juga menjadi sorotan. Ia baru saja bertunangan dengan John Zambetti, 78, setelah tiga tahun berpacaran. Pasangan ini mendorong orang-orang seusia mereka untuk tetap terbuka terhadap cinta. "Jangan mengurung diri. Dunia ini penuh dengan orang-orang hebat. Ini keajaiban," kata Zambetti kepada Fox News Digital. Seymour menimpali, "Saya tidak percaya bisa menemukan orang yang tepat di usia ini. Kami sama-sama tidak tersedia sebelumnya, dan sekarang waktunya tepat."
Pernikahan ini akan menjadi yang kelima bagi Seymour. Sebelumnya, ia menikah dengan sutradara teater Michael Attenborough (1971), penulis Geoffrey Planer (1977โ1978), manajer bisnis David Flynn (1981โ1992), dan aktor James Keach (1993โ2015). Meski memiliki catatan pernikahan yang panjang, Seymour tidak gentar. Ia melihat cinta sebagai sesuatu yang bisa datang kapan saja, tanpa memandang usia.
Pesan Seymour bergema kuat di tengah tren penuaan populasi global. Di Indonesia, jumlah lansia terus meningkat, dan stigma bahwa usia lanjut identik dengan ketidakberdayaan mulai terkikis. Kisah Seymour bisa menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia untuk tetap mengejar mimpi, berkarya, dan bahkan menemukan cinta di usia senja. Pertanyaannya, apakah masyarakat sudah siap menerima narasi baru tentang penuaan yang aktif dan bermakna?



