Brighton Pecahkan Rekor Klub: Tebus Bek Kroasia Luka Vuskovic dari Tottenham £46 Juta
Baca dalam 60 detik
- Brighton resmi mendatangkan Luka Vuskovic dari Tottenham dengan biaya transfer £46 juta, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah klub.
- Bek Kroasia berusia 19 tahun itu sebelumnya dipinjamkan ke Hamburg dan tampil impresif di Bundesliga, termasuk dinobatkan sebagai Rookie of the Season.
- Kepergian Jan Paul van Hecke ke Tottenham senilai £52 juta menjadi bagian dari kesepakatan yang saling menguntungkan kedua klub.

Brighton & Hove Albion resmi mengumumkan perekrutan bek tengah Kroasia Luka Vuskovic dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer £46 juta, memecahkan rekor pembelian termahal klub. Pemain berusia 19 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun plus opsi perpanjangan satu musim, dengan potensi tambahan biaya hingga £50 juta jika seluruh klausul terpenuhi.
Kesepakatan ini terwujud setelah Brighton dua kali mengajukan tawaran yang ditolak Spurs pada bulan lalu. Vuskovic, yang sebelumnya bergabung dengan Tottenham pada 2025 dari Hajduk Split, langsung dipinjamkan ke Hamburg. Di klub Bundesliga tersebut, ia tampil gemilang dengan 30 penampilan dan enam gol, sekaligus menyabet gelar Rookie of the Season serta masuk dalam Tim Terbaik Liga.
Pelatih Brighton Fabian Hurzeler mengakui bahwa pergerakan Vuskovic telah dipantau sejak lama. "Musim lalu ia membuktikan mampu bermain di level tertinggi. Kami ingin membantunya berkembang lebih jauh di lingkungan kami," ujar Hurzeler. Ia juga menekankan bahwa Vuskovic masih muda dan perlu waktu beradaptasi dengan tuntutan Premier League, meski optimistis sang pemain akan mampu menghadapi tekanan.
Transfer ini juga memicu pergerakan pemain lain: bek Belanda Jan Paul van Hecke pindah ke Tottenham dengan nilai £52 juta dalam kontrak jangka panjang. Van Hecke, yang sebelumnya menjadi pilihan utama di lini belakang Brighton, akan mengisi posisi yang ditinggalkan Vuskovic di Spurs. Pertukaran ini dinilai menguntungkan kedua klub, di mana Brighton mendapatkan pemain muda potensial, sementara Tottenham mendatangkan bek berpengalaman di Premier League.
Vuskovic memulai karier di akademi Hajduk Split dan memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di liga utama Kroasia pada usia 16 tahun. Ia juga menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah klub. Di level internasional, ia telah mengoleksi enam caps bersama Kroasia dan satu gol, serta menjalani debut Piala Dunia melawan Inggris pada fase grup musim panas ini.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi pengingat akan pentingnya pengembangan pemain muda dan strategi transfer yang cerdas. Klub-klub Liga 1 dapat belajar dari pendekatan Brighton yang berani merekrut bakat muda potensial dengan harga tinggi, namun tetap mempertimbangkan nilai jual kembali. Selain itu, peran pemain pinjaman seperti yang dialami Vuskovic di Hamburg menunjukkan bahwa pengalaman di liga lain bisa menjadi batu loncatan menuju kompetisi elite.
Brighton akan memulai musim Premier League 2026/27 dengan menjamu Aston Villa pada 23 Agustus. Pertanyaan selanjutnya: mampukah Vuskovic langsung menjadi andalan di lini belakang, atau ia akan kembali dipinjamkan untuk menambah jam terbang? Keputusan Hurzeler dalam mengelola adaptasi pemain muda ini akan menjadi kunci sukses Brighton musim depan.



