Barcelona Beri Lampu Hijau, Dua Klub Premier League Berebut Roony Bardghji
Baca dalam 60 detik
- Barcelona bersedia melepas Roony Bardghji dengan banderol €10 juta, memicu persaingan Aston Villa dan Fulham di bursa transfer musim panas.
- Kedua klub Inggris itu terancam kehilangan penyerang kunci—Morgan Rogers dan Kevin—sehingga berburu pemain sayap muda sebagai solusi jangka pendek.
- Bardghji, yang minim menit bermain di Camp Nou, butuh pindah untuk menghidupkan karier, namun risikonya masih tinggi karena belum teruji di liga top Eropa.

Barcelona dikabarkan membuka pintu bagi kepergian pemain sayap muda mereka, Roony Bardghji, di bursa transfer musim panas ini. Klub raksasa La Liga itu mematok harga sekitar €10 juta atau setara £9 juta, angka yang tergolong murah untuk standar Premier League. Langkah ini langsung disambut oleh Aston Villa dan Fulham, yang dikabarkan telah melakukan pendekatan awal untuk mengamankan jasa pemain berusia 20 tahun tersebut.
Kedua klub Inggris itu tengah menghadapi potensi kehilangan penyerang andalan mereka. Di kubu Aston Villa, Morgan Rogers dikaitkan dengan kepindahan ke Arsenal dalam waktu dekat. Pemain Inggris itu mencatatkan 10 gol dan tujuh assist di Premier League musim lalu, menjadikannya aset berharga yang sulit digantikan. Sementara itu, Fulham juga waswas karena winger mereka, Kevin, mulai dilirik Liverpool—padahal baru didatangkan dari Shakhtar Donetsk pada musim panas sebelumnya. Dengan hanya tiga kontribusi gol musim lalu, Kevin memang belum tampil gemilang, tetapi perannya di sayap tetap penting bagi skema Marco Silva.
Bardghji, yang berposisi asli sebagai sayap kanan, dianggap sebagai opsi potensial untuk mengisi kekosongan yang mungkin ditinggalkan kedua pemain tersebut. Di Aston Villa, ia bisa bersaing dengan John McGinn di sisi kanan lini serang, sementara di Fulham ia akan beradu cepat dengan Oscar Bobb untuk tempat inti. Namun, catatan performanya di Barcelona musim lalu belum meyakinkan: hanya satu gol dan satu assist dari 641 menit bermain di La Liga, dengan mayoritas penampilan sebagai pemain pengganti.
Sebelum bergabung dengan Barcelona pada Januari 2024, Bardghji sempat mencuri perhatian di FC Copenhagen. Dalam 84 laga di semua kompetisi, ia mencetak 15 gol dan mendapat pujian dari pengamat sepak bola Jacek Kulig, yang menyebutnya memiliki "kaki kiri emas" setelah gol spektakuler melawan Viborg. Namun, sejak pindah ke Camp Nou, kariernya justru mandek. Persaingan ketat di lini depan Barcelona—yang dihuni pemain seperti Lamine Yamal, Raphinha, dan Ferran Torres—membuat Bardghji kesulitan menembus tim utama.
Bagi Aston Villa, nilai transfer yang rendah menjadi keuntungan tersendiri. Klub asuhan Unai Emery itu dikenal harus berhati-hati dengan pengeluaran musim panas ini karena keterbatasan finansial. Dengan hanya £9 juta, Villa bisa mendapatkan pemain muda berpotensi tanpa mengganggu anggaran belanja pemain lain. Di sisi lain, Fulham juga memiliki urgensi serupa, terutama jika Kevin benar-benar hengkang ke Liverpool.
Meski demikian, kepindahan Bardghji ke Premier League bukan tanpa risiko. Ia belum pernah bermain reguler di liga top Eropa selain di Denmark dan Spanyol—itupun dengan menit bermain minim. Pertanyaan besarnya adalah apakah ia bisa langsung beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Inggris, atau justru kembali menjadi pemain pelapis. Bagi Aston Villa dan Fulham, ini adalah taruhan yang menarik: dengan harga murah, mereka bisa mendapatkan pemain muda yang mungkin bersinar, atau sebaliknya, gagal memenuhi ekspektasi.
Ke depannya, persaingan merebut Bardghji diprediksi semakin ketat. Selain Villa dan Fulham, Sunderland dan Brighton juga dikabarkan tertarik. Barcelona sendiri tampaknya tak ingin memperpanjang masa tunggu, mengingat sang pemain sudah meminta hengkang. Akankah salah satu klub Premier League berani mengambil risiko demi potensi jangka panjang? Atau justru Bardghji akan memilih klub yang bisa menjamin menit bermain lebih banyak?



