Covocity Incar Dua Eks Chelsea dari AC Milan: Reuni Lampard di Liga Premier?
Baca dalam 60 detik
- Coventry City dikabarkan telah menghubungi Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek untuk bergabung musim panas ini.
- AC Milan disebut siap melepas kedua pemain Inggris tersebut dengan harga diskon demi merampingkan skuad.
- Langkah ini bisa menjadi pernyataan ambisi Coventry yang baru promosi, sekaligus reuni Frank Lampard dengan mantan anak asuhnya di Chelsea.

Coventry City, klub promosi ke Premier League musim depan, dikabarkan memulai perburuan pemain dengan target ambisius: dua mantan binaan Frank Lampard di Chelsea, Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek, yang saat ini membela AC Milan.
Menurut jurnalis Italia Carlo Pellegatti yang dikutip Sport Witness, manajemen Coventry telah melakukan kontak awal dengan kedua pemain untuk menjajaki minat mereka pindah ke Inggris. Langkah ini menjadi sinyal bahwa The Sky Blues tidak ingin sekadar bertahan di kasta tertinggi, melainkan langsung bersaing di papan tengah.
Yang menarik, AC Milan dikabarkan telah memberi lampu hijau untuk kepergian duet Inggris tersebut. Klub Serie A itu bahkan bersedia menerima harga di bawah nilai pasar demi mempercepat proses transfer. Situasi ini menjadi peluang emas bagi Coventry yang memiliki daya tawar lebih kuat berkat hubungan personal Lampard dengan kedua pemain.
Bagi Lampard, merekrut Tomori dan Loftus-Cheek bukan sekadar nostalgia. Keduanya pernah menjadi andalannya di Chelsea, terutama Tomori yang mendapat kepercayaan penuh saat masih muda. Meski performa Tomori di Milan belakangan menurun, ia tetap dianggap sebagai bek tengah berkualitas yang bisa memperkuat lini pertahanan Coventry. Sementara Loftus-Cheek, dengan pengalaman di Premier League dan Serie A, akan menjadi tambahan berharga di lini tengah.
Konteks transfer ini juga menarik untuk dicermati dari sisi persaingan Premier League. Coventry yang baru promosi harus bersaing dengan klub-klub seperti Leeds United dan Sunderland yang sudah lebih dulu membangun skuad. Namun, dengan memanfaatkan jaringan Lampard, Coventry bisa mendapatkan pemain berpengalaman tanpa harus mengeluarkan biaya selangit.
Jika transfer ini terwujud, akan menjadi pernyataan ambisi terbesar Coventry sejak kembali ke Premier League. Reuni Lampard dengan dua mantan pemain Chelsea juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar sepak bola Inggris, mengingat ketiganya pernah bekerja sama di Stamford Bridge.
Pertanyaan besarnya, mampukah Coventry mempertahankan performa di Premier League dengan mengandalkan pemain-pemain yang mungkin sudah tidak berada di puncak karier mereka? Atau justru langkah ini akan menjadi batu loncatan bagi klub untuk bersaing di papan atas?



