JPO Tendean Roboh Ditabrak Truk, Transjakarta 'Jalur Langit' Putar Arah
Baca dalam 60 detik
- Bus Transjakarta koridor 13B dan L13E dialihkan karena kemacetan akibat pembongkaran JPO di Jalan Kapten Tendean.
- JPO nyaris roboh setelah dihantam truk crane, proses evakuasi dan pembongkaran masih berlangsung hingga sore.
- Kemacetan meluas hingga Sudirman, Rasuna Said, dan Pasar Minggu; polisi imbau pengendara mencari jalur alternatif.

Bus Transjakarta rute 13B dan L13E yang melayani trayek Puri Beta hingga Pancoran serta Flyover Kuningan—dikenal sebagai 'Jalur Langit'—terpaksa dialihkan pada Selasa (14/7) menyusul kemacetan parah akibat pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
JPO tersebut nyaris roboh setelah dihantam truk pengangkut alat berat atau crane pada pagi hari. Meski truk telah berhasil dievakuasi, proses pembongkaran struktur jembatan masih berlangsung hingga sore, memicu kemacetan yang merembet ke sejumlah ruas jalan utama di ibu kota.
PT Transjakarta melalui akun media sosialnya mengumumkan bahwa untuk sementara waktu, bus jurusan Puri Beta tidak melayani Halte Tegal Mampang. Selain itu, Koridor 13 trayek Tegal Mampang–Ciledug diperpendek menjadi Rawa Barat–Ciledug. Penumpang diimbau memantau informasi terkini melalui kanal resmi Transjakarta.
Kepala Bagian Binopsnal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, melaporkan kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan Sudirman–Thamrin dari arah utara menuju selatan. Arus dari kawasan SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo juga tersendat imbas evakuasi yang masih berlangsung.
"Juga keluaran SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo itu juga mengalami kepadatan imbas dari evakuasi proses perbaikan atau pembongkaran JPO yang ditabrak oleh truk tadi pagi. Ini masih berlangsung hingga saat ini," ujar Robby.
Kemacetan juga terpantau di Jalan HR Rasuna Said menuju Warung Buncit serta Jalan Raya Pasar Minggu dari simpang Pancoran hingga Kalibata. Robby menambahkan, tingginya volume kendaraan saat jam pulang kerja memperparah kondisi. Sementara itu, ruas tol menuju Cawang dan Bekasi relatif lancar.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pada kerentanan infrastruktur JPO di Jakarta terhadap kecelakaan lalu lintas. Sebelumnya, beberapa JPO juga mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan besar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat mengevaluasi desain dan perlindungan JPO, terutama di titik-titik rawan tabrakan.
Bagi pengguna Transjakarta yang biasa melintasi koridor terdampak, disarankan untuk mencari moda alternatif seperti MRT atau KRL, atau menyesuaikan jadwal perjalanan hingga situasi kembali normal. Belum ada kepastian kapan rute akan kembali normal, tergantung pada rampungnya pembongkaran dan perbaikan JPO.



