Netflix Hadirkan Monopoly Versi Nyata, Hadiah Rp31 Miliar bagi Pemenang
Baca dalam 60 detik
- Netflix dan Studio Lambert akan memproduksi acara game show Monopoly dengan 12 kontestan bersaing memperebutkan hadiah US$2 juta.
- Acara ini menghadirkan papan permainan raksasa di mana peserta membeli properti, bernegosiasi, dan menghindari kebangkrutan hingga satu orang tersisa.
- Pendaftaran dibuka untuk warga AS berusia minimal 21 tahun, dengan syarat memiliki paspor dan siap menjalani syuting hingga tiga pekan pada 2027.

Netflix mengumumkan adaptasi Monopoly menjadi acara kompetisi langsung dengan hadiah utama US$2 juta (sekitar Rp31 miliar), mengubah permainan papan ikonik Hasbro itu menjadi tontonan realitas yang mempertemukan 12 peserta dalam satu arena raksasa. Langkah ini menjadi strategi terbaru platform streaming tersebut untuk meraih perhatian penonton global melalui format game show berbiaya besar.
Bekerja sama dengan Studio Lambert—rumah produksi di balik The Traitors, Squid Game: The Challenge, dan Race Across the World—Netflix akan menghadirkan “Monopoly Town Square” berukuran nyata. Peserta akan mengumpulkan uang, membeli properti, melakukan negosiasi, dan berusaha tidak masuk penjara. Setiap pekan, pemain yang bangkrut akan tersingkir hingga satu orang tersisa dan membawa pulang hadiah utama. “Kartu bebas dari penjara tidak termasuk dalam uang tunai,” canda tim produksi dalam siaran pers.
Acara ini dijadwalkan tayang pada musim gugur 2027, dan pendaftaran peserta sudah dibuka. Calon kontestan harus berusia minimal 21 tahun, warga negara Amerika Serikat, dan memiliki paspor yang masih berlaku selama periode syuting. Proses syuting diperkirakan berlangsung hingga tiga pekan, meskipun jadwal dapat berubah tanpa pemberitahuan. Dalam video aplikasi, peserta diminta menjelaskan diri, rencana permainan, dan apa yang akan dilakukan jika memenangkan hadiah besar.
Ini bukan pertama kalinya Monopoly diadaptasi ke layar kaca. Sebelumnya, ABC pernah mencoba pada 1990, dan Family Game Night tayang antara 2011 hingga 2014. Hasbro sendiri telah sukses mengubah Trivial Pursuit dan Scrabble menjadi acara televisi bersama Lionsgate Alternative Television untuk The CW di AS. Namun, skala produksi Netflix kali ini jauh lebih besar, mengingat popularitas Monopoly yang telah terjual setengah miliar kopi di lebih dari 100 negara sejak 1935.
Kesepakatan antara Netflix dan Hasbro Entertainment sebenarnya telah diumumkan lebih dari setahun lalu. Pada 2023, versi seluler Monopoly Go! juga dirilis dan meraih puluhan juta unduhan. Dengan menggabungkan nostalgia permainan papan klasik dan format kompetisi realitas yang tengah naik daun, Netflix berharap dapat menciptakan tontonan yang menarik bagi berbagai kalangan—dari penggemar setia Monopoly hingga penonton awam yang menyukai drama negosiasi dan strategi.
Bagi penonton Indonesia, kehadiran acara ini membuka peluang tayangan serupa di platform lokal. Meskipun pendaftaran terbatas untuk warga AS, format game show berbasis properti dan negosiasi bisa diadaptasi dengan sentuhan lokal. Pertanyaan yang muncul: akankah stasiun televisi atau platform streaming di Indonesia tertarik menghadirkan versi Monopoly sendiri, mengingat popularitas permainan ini di Tanah Air yang juga cukup tinggi?



