Ariana Grande Hadapi Gangguan Teknis di Konser Brooklyn, Penonton Jadi Penyelamat
Baca dalam 60 detik
- Mikrofon Ariana Grande mati saat membawakan dua lagu di konser Brooklyn, namun penonton langsung menggantikan vokalnya.
- Bintang pop itu memuji tim teknis dan meminta maaf atas gangguan, menunjukkan profesionalisme di atas panggung.
- Di tengah tur, Grande mundur dari American Horror Story season 13 karena jadwal bentrok, dan akan merilis album baru akhir bulan ini.

Ariana Grande membuktikan ketangguhannya sebagai entertainer kelas dunia saat gangguan teknis terjadi di konsernya di Barclays Center, Brooklyn, Senin malam (13/7). Mikrofon sang penyanyi tiba-tiba mati saat membawakan lagu yes, and? dan Eternal Sunshine, namun penonton yang hadir langsung mengambil alih vokal tanpa diminta.
Insiden itu nyaris tidak mengganggu jalannya pertunjukan. Penonton kompak menyanyikan kedua lagu tersebut, menciptakan momen kebersamaan yang justru memperkuat ikatan antara artis dan penggemar. Grande, yang tengah menjalani Eternal Sunshine Tour, langsung menyapa penonton setelah masalah teratasi. โTerima kasih kepada tim luar biasa kami yang sedang menangani kesulitan teknis ini,โ ujarnya dari atas panggung.
Sebelum melanjutkan ke lagu Just Like Magic, Grande sempat memastikan suaranya terdengar jelas. โApa kalian mendengar semua itu?โ tanyanya, disambut sorakan antusias penonton. Sikap tenang dan profesional ini mendapat pujian luas di media sosial, dengan banyak penggemar menyebutnya sebagai contoh penanganan krisis panggung yang sempurna.
Di luar panggung, Grande juga harus membuat keputusan sulit. Pekan ini terungkap bahwa ia mundur dari American Horror Story season 13 karena jadwal tur yang bentrok dengan produksi serial FX tersebut. Menurut laporan Deadline, โKarena konflik dengan perubahan tanggal produksi serial horor dan tur Eternal Sunshine-nya yang berlangsung bersamaan, Grande tidak dapat mewujudkan debut AHS-nya.โ Sebelumnya, Grande telah melakukan beberapa perubahan jadwal tur pada Juli ini.
Serial garapan Ryan Murphy dan Brad Falchuk itu dijadwalkan tayang pada 24 September mendatang. Sementara itu, Grande bersiap merilis album studio kedelapannya, petal, pada 31 Juli. Album ini dinantikan setelah kesuksesan Eternal Sunshine yang dirilis tahun lalu.
Bagi penggemar di Indonesia, insiden teknis ini menjadi pengingat bahwa konser skala besar selalu memiliki risiko teknis. Namun, profesionalisme artis seperti Grande bisa menjadi contoh bagaimana menghadapi situasi tak terduga. Dengan album baru yang akan segera dirilis, publik bertanya-tanya apakah petal akan membawa warna baru dalam karier musiknya, atau justru melanjutkan estetika Eternal Sunshine yang sudah melekat.



