ECB Pilih 36 Perusahaan Uji Coba Euro Digital, Target Rilis 2029
Baca dalam 60 detik
- Bank Sentral Eropa menunjuk 36 penyedia jasa pembayaran, termasuk Deutsche Bank dan Revolut, untuk menguji coba euro digital mulai paruh kedua 2027.
- Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan Eropa pada raksasa pembayaran AS seperti Visa dan Mastercard, dengan target peluncuran resmi pada 2029.
- Uji coba selama 12 bulan akan menguji fungsi teknis dan pengalaman pengguna, namun euro digital beta belum memiliki status alat pembayaran sah.

Bank Sentral Eropa (ECB) akhirnya memilih 36 perusahaan jasa pembayaran untuk bergabung dalam program percontohan euro digital, sebuah langkah konkret menuju peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) pertama di kawasan euro. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada penyedia pembayaran berbasis di Amerika Serikat, seperti Visa dan Mastercard.
Proyek yang telah digodok selama bertahun-tahun ini menargetkan penerbitan perdana euro digital pada 2029, dengan syarat undang-undang yang selama ini tertunda dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini. ECB berharap euro digital dapat menjadi alternatif pembayaran yang lebih mandiri bagi negara-negara anggota zona euro.
Uji coba akan dimulai pada paruh kedua 2027 dan berlangsung selama 12 bulan. Selama periode tersebut, ECB akan menguji fungsi teknis, proses operasional, serta menyempurnakan pengalaman pengguna. Pilot ini melibatkan 19 dari 21 bank sentral zona euro, dengan pengecualian Bulgaria dan Malta.
Menurut pernyataan ECB, pilot ini akan melibatkan staf ECB dan bank sentral nasional, serta pedagang e-commerce dan penyedia layanan sehari-hari. Staf di bank sentral yang berpartisipasi akan memiliki kesempatan untuk melakukan pembayaran beta euro digital dari orang ke orang dan dari orang ke bisnis. Euro digital versi beta ini secara fungsional dan teknis mendekati versi final, namun belum memiliki status alat pembayaran yang sah.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa CBDC bukan lagi sekadar wacana. Bank Indonesia sendiri tengah mengembangkan Rupiah Digital sebagai respons terhadap tren global. Keberhasilan atau kegagalan euro digital akan menjadi tolok ukur bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam merancang kebijakan CBDC mereka. Jika Eropa berhasil meluncurkan euro digital pada 2029, tekanan bagi negara lain untuk mengadopsi mata uang digital akan semakin besar, terutama dalam konteks efisiensi sistem pembayaran dan inklusi keuangan.
Ke depan, pertanyaan krusial yang harus dijawab adalah sejauh mana euro digital mampu bersaing dengan stablecoin swasta dan sistem pembayaran tradisional. Apakah masyarakat Eropa akan beralih ke euro digital, atau justru tetap setia pada kartu kredit dan dompet digital yang sudah mapan? Jawabannya akan menentukan masa depan sistem moneter global.



