Sunderland Incar Matias Soule: Mimpi Buruk bagi Trai Hume?
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dikabarkan mengincar winger Roma, Matias Soule, dengan banderol £30 juta untuk menambah opsi di sayap kanan.
- Kedatangan Soule berpotensi menggeser posisi Trai Hume, yang musim lalu kerap dipaksa bermain sebagai winger meski berposisi asli bek kanan.
- Situasi ini bisa membuat Hume menjadi pilihan kedua di dua posisi sekaligus, mengingat Nordi Mukiele juga menjadi pesaing di bek kanan.

Sunderland dikabarkan tengah serius mendatangkan winger Roma, Matias Soule, dengan nilai transfer mencapai £30 juta. Langkah ini dinilai sebagai respons atas minimnya opsi alami di sisi kanan serangan The Black Cats, yang musim lalu kerap diisi oleh pemain yang bukan berposisi asli di sayap.
Kebutuhan akan pemain sayap kanan makin mendesak setelah Bertrand Traoré dilepas kontraknya. Sementara itu, Chemsdine Talbi yang didatangkan dengan harga £18 juta dari Club Brugge lebih efektif jika dimainkan di sisi kiri. Akibatnya, pelatih Régis Le Bris kerap memainkan Trai Hume, yang berposisi asli bek kanan, sebagai winger kanan. Hume tercatat tampil 11 kali sebagai starter di Premier League musim lalu dari posisi tersebut, namun hanya menyumbang satu gol—sebuah angka yang mencerminkan keterbatasan daya gedor dari sektor itu.
Menurut laporan The Northern Echo, Sunderland telah mengadakan pembicaraan dengan Roma untuk merekrut pemain berusia 23 tahun itu. Meski kesepakatan belum tercapai, ada optimisme bahwa negosiasi bisa membuahkan hasil. Manajemen klub juga dikabarkan tengah merayu Soule secara personal agar memilih pindah ke Stadium of Light ketimbang opsi lain yang ada di atas meja.
Jika transfer Soule terealisasi, dampaknya akan langsung terasa pada menit bermain Trai Hume. Selain bersaing dengan Nordi Mukiele di posisi bek kanan—Mukiele sendiri bergeser ke posisi itu karena Dan Ballard dan Omar Alderete mengokupasi sektor bek tengah—Hume juga harus kehilangan kesempatan untuk dimainkan sebagai winger. Dengan kata lain, ia berpotensi menjadi pilihan kedua di dua posisi sekaligus.
Bagi Sunderland, langkah ini masuk akal. Soule adalah pemain yang sudah teruji di Serie A, salah satu liga top Eropa, dengan konsistensi mencetak gol dan assist. Meski belum pernah bermain di Premier League, rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk menjadi starter reguler. Kehadirannya diharapkan bisa meningkatkan daya saing tim yang musim depan akan berlaga di Liga Europa, yang berarti jadwal padat dengan setidaknya delapan pertandingan tambahan.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan bursa transfer klub-klub Eropa seperti Sunderland kerap menjadi perhatian penggemar sepak bola Tanah Air. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, dinamika persaingan posisi dan strategi klub dapat menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Liga 1 dalam mengelola skuad dan rotasi pemain. Fenomena pemain yang dipaksa bermain di luar posisi aslinya juga kerap terjadi di kompetisi domestik, sehingga kasus Hume bisa menjadi cermin pentingnya kedalaman skuad.
Pertanyaan selanjutnya adalah: akankah Sunderland benar-benar merealisasikan transfer Soule, atau justru mencari alternatif lain? Dan jika Soule datang, mampukah Trai Hume mempertahankan tempatnya di starting XI? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



