Ojol Tewas Ditikam Saat Istirahat, Polisi Bekuk Pelaku di Jakarta Utara
Baca dalam 60 detik
- Seorang pengemudi ojol tewas setelah ditusuk di leher saat beristirahat di Tangerang; pelaku ditangkap di Jakarta Utara.
- Tersangka berinisial RD (25) diduga membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban, motif masih didalami.
- Kasus ini menyoroti kerentanan pekerja ojol yang kerap menjadi sasaran kejahatan di tempat istirahat.

Polisi menangkap seorang pria berinisial RD alias D (25) yang diduga membunuh pengemudi ojek online (ojol) Agus Tedjo saat korban beristirahat di kawasan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Pelaku diamankan di sebuah kontrakan di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (14/7) dini hari.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan. "Telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap pengemudi ojek online berinisial ATP, disertai pencurian dengan kekerasan berupa membawa kabur sepeda motor korban," ujar Budi, Selasa.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (12/3) dini hari. Agus ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tusuk di leher di lokasi yang biasa digunakan para pengemudi ojol untuk berkumpul dan beristirahat. Meski sempat dalam kondisi kritis, nyawanya tidak tertolong. Selain menghabisi nyawa korban, pelaku diduga membawa kabur sepeda motor dan telepon genggam milik Agus sebelum melarikan diri ke arah Jakarta Barat.
Hingga saat ini, motif pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi belum mengungkapkan apakah ada hubungan personal antara korban dan pelaku atau murni aksi kriminal. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap pekerja ojol yang kerap menjadi sasaran kejahatan, terutama saat beristirahat di malam hari.
Kasus ini menyoroti kerentanan pekerja ojol yang sering beroperasi hingga larut malam dan beristirahat di tempat-tempat sepi. Menurut pengamat transportasi, minimnya fasilitas istirahat yang aman bagi pengemudi ojol menjadi faktor risiko. "Mereka butuh tempat istirahat yang terang dan diawasi, seperti posko atau shelter yang dilengkapi kamera pengawas," ujar seorang analis yang enggan disebut namanya.
Polda Metro Jaya terus mendalami kasus ini dan mengimbau para pengemudi ojol untuk lebih waspada. Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Pertanyaan yang mengemuka: apakah kasus ini akan mendorong perusahaan aplikasi dan pemerintah menyediakan tempat istirahat yang lebih aman bagi para pekerja ojol?



