Madonna Syok Album Baru Tembus Puncak Billboard: 'Mimpi Membawa Kegembiraan'
Baca dalam 60 detik
- Album 'Confessions on a Dance Floor: Part II' langsung debut nomor satu Billboard 200, melampaui ekspektasi Madonna sendiri.
- Lagu 'Fragile' yang menyentuh soal kepergian sang adik menjadi momen emosional, belum berani diputar ke ayahnya yang berusia 95 tahun.
- Madonna mengisyaratkan penampilan di Glastonbury 2025 setelah setahun penuh berkutat di studio bersama produser Stuart Price.

Madonna mengaku terkejut dan bersyukur setelah album terbarunya, Confessions on a Dance Floor: Part II, langsung menduduki puncak tangga lagu Billboard 200. Dalam unggahan Instagram, ia menulis bahwa mimpinya hanyalah membuat orang berdansa musim panas ini—dan kini mimpi itu terwujud.
Album yang dirilis 3 Juli itu merupakan kelanjutan dari album legendaris tahun 2005 dengan judul serupa. Madonna mengaku tidak menyangka sambutan publik dan kritikus begitu luar biasa. “Kata-kata tak bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya saya,” tulisnya, seraya berterima kasih kepada penggemar yang disebutnya sebagai bagian dari mimpi tersebut.
Dalam wawancara dengan Graham Norton di BBC, Madonna mengaku sudah lama tidak berekspektasi tinggi terhadap kesuksesan komersial. “Saya sudah lama berkarier. Berharap yang terbaik, bersiap yang terburuk,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa album perdana Confessions dulu juga sukses di luar dugaan.
Satu lagu yang paling personal dalam album ini adalah Fragile, yang ditulis untuk mengenang adiknya, Christopher Ciccone, yang meninggal tahun lalu. Madonna mengaku belum berani memutarkan lagu itu kepada ayahnya yang berusia 95 tahun. “Saya tidak ingin membuatnya terpuruk,” katanya. Ia berencana memutarkan lagu tersebut saat bertemu ayahnya dalam waktu dekat.
Di luar album, Madonna juga memberi kode bahwa ia mungkin akan menjadi headliner Glastonbury tahun depan. Dalam wawancara yang sama, ia berkata akan melakukan promo tur sebentar, lalu “sesuatu yang lebih besar” di musim panas. Pembawa acara Graham Norton langsung menebak bahwa itu adalah Glastonbury, dan Madonna hanya menjawab dengan senyum misterius.
Sebelumnya, Madonna sempat diisukan akan tampil di Glastonbury 2024 setelah promotor festival, Emily Eavis, terlihat menghadiri konsernya di London. Namun, ia justru kembali ke studio bersama produser Stuart Price segera setelah tur Celebration usai. “Setahun terakhir ini seperti soundcheck besar,” ujarnya. “Makanya lahirlah Confessions II.”
Bagi penggemar musik di Indonesia, kesuksesan Madonna ini mengingatkan bahwa daya tarik musik dansa era 2000-an masih kuat. Album Confessions on a Dance Floor pertama menjadi salah satu album terlaris di Indonesia pada masanya, dan rilisan baru ini berpotensi kembali menguasai playlist lokal. Pertanyaannya, akankah Madonna membawa tur dunianya ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah Glastonbury?



