Gempa M 5,4 Guncang Buol: 75 Rumah dan Fasilitas Publik Rusak, Warga Mengungsi
Baca dalam 60 detik
- Gempa magnitudo 5,4 di Buol, Sulawesi Tengah, merusak 75 rumah dan sejumlah fasilitas umum, termasuk mal pelayanan publik dan rumah sakit.
- Warga berhamburan keluar rumah dan sebagian mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman karena khawatir gempa susulan.
- BPBD Buol masih melakukan pendataan lanjutan, sementara BMKG mencatat pusat gempa di 37 km timur laut Buol dengan kedalaman 10 km.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7) malam menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga dan sejumlah infrastruktur publik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol mencatat sementara 75 unit rumah mengalami kerusakan, sementara fasilitas seperti mal pelayanan publik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol, kantor inspektorat, dan rumah makan turut terdampak.
Kepala BPBD Buol, Moh Kachfi Mardjuni, dalam keterangannya Senin (13/7) menyatakan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Tim di lapangan terus melakukan asesmen dan pendataan, sehingga angka kerusakan dipastikan masih akan berubah. "Data sementara jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan terdapat 75 rumah akibat gempa bumi," ujarnya. Selain rumah tinggal, kerusakan juga melanda sarana publik yang vital, termasuk sebagian ruang perawatan RSUD Buol dan kantor mal pelayanan publik yang melayani administrasi warga.
Guncangan gempa yang terjadi pukul 20.46 WITA itu tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga kepanikan massal. Warga berhamburan keluar rumah, dan sebagian memilih mengungsi ke wilayah Gunung Kali serta beberapa kecamatan di Buol yang dinilai lebih aman. Kekhawatiran akan gempa susulan menjadi alasan utama perpindahan sementara ini. "Warga sempat berhamburan keluar rumah dan ada yang sebagian mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman, karena khawatir akan terjadinya gempa susulan," ungkap Kachfi.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 37 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan cukup kuat tidak hanya di Buol, tetapi juga di daerah Tolitoli, Parigi Moutong, hingga Marisa dan Tilamuta di Provinsi Gorontalo. Hal ini menunjukkan bahwa gempa memiliki dampak regional yang cukup luas, meskipun episentrumnya berada di darat.
BPBD Buol saat ini masih fokus pada pendataan dan evakuasi. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur publik menjadi perhatian utama karena mengganggu layanan dasar masyarakat. Mal pelayanan publik yang rusak misalnya, merupakan pusat administrasi kependudukan dan perizinan, sementara RSUD Buol yang terdampak berpotensi menghambat pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengerahkan bantuan darurat dan melakukan perbaikan cepat agar aktivitas warga kembali normal. Pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat proses rekonstruksi dapat dilakukan mengingat keterbatasan anggaran daerah di masa pandemi.



