Timbunan Sampah Runtuh di India: Sembilan Tewas, Monsoon dan Dampak Perubahan Iklim Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Sembilan pekerja tewas setelah longsoran sampah dari tempat pembuangan akhir menimpa gedung administrasi pabrik pengolah sampah menjadi energi di Pune, India.
- Insiden yang dipicu hujan deras ini menyoroti kerentanan infrastruktur India selama musim monsoon, yang diperparah oleh perubahan iklim dan potensi El Nino.
- Kecelakaan serupa di Indonesia, seperti longsoran di TPA Leuwigajah 2005, menekankan perlunya evaluasi sistem pengelolaan sampah dan keselamatan kerja di negara tropis.

Sembilan pekerja di India Barat tewas setelah tumpukan sampah setinggi ribuan ton runtuh menimpa bangunan administrasi pabrik pengolah sampah menjadi energi di pinggiran Pune. Peristiwa yang terjadi pada Rabu pekan lalu itu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan material limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) di dekatnya kehilangan stabilitas.
Menurut pernyataan resmi operator pabrik, Antony Waste, sebanyak 23 orang terjebak di dalam gedung yang hancur akibat longsoran tersebut. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 14 orang dalam kondisi selamat, namun sembilan lainnya ditemukan tewas. Proses pencarian sempat terhambat oleh curah hujan tinggi yang mempersulit akses ke lokasi reruntuhan.
Kecelakaan ini terjadi di tengah musim monsoon yang melanda India sejak Juni hingga September. Setiap tahun, bangunan tua dan infrastruktur yang rapuh kerap ambruk akibat guyuran hujan berkepanjangan. Namun, para ilmuwan menilai perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem di negara berpenduduk terpadat di dunia itu. Ditambah lagi, potensi kemunculan fenomena El Nino yang kuat tahun ini diprediksi semakin mengacaukan pola cuaca normal.
Pasca-insiden, operasional pabrik dihentikan sementara hingga evaluasi struktural dan keselamatan rampung. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyelidikan lebih lanjut atau sanksi bagi pihak pengelola. Namun, kecelakaan ini kembali membuka diskusi tentang keselamatan kerja di sektor pengelolaan limbah, terutama di negara berkembang dengan infrastruktur yang menua.
Di Indonesia, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2005 di TPA Leuwigajah, Cimahi, yang menewaskan lebih dari 140 orang akibat longsoran sampah. Kasus tersebut mendorong reformasi pengelolaan TPA, namun risiko tetap ada karena banyak tempat pembuangan masih beroperasi di atas kapasitas. Dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang buruk, potensi kecelakaan serupa di Indonesia tidak bisa diabaikan.
Ke depan, pemerintah India dan operator swasta perlu memperketat standar keselamatan, terutama selama musim hujan. Apakah insiden ini akan menjadi momentum untuk mereformasi industri pengelolaan sampah di Asia Selatan, atau justru terulang kembali di musim monsoon mendatang?



