Richarlison Tolak Tawaran Hengkang, Tottenham Terancam Kehilangan Striker Andalan
Baca dalam 60 detik
- Penyerang asal Brasil itu menolak proposal kepindahan sebelum penutupan bursa transfer Inggris, memperumit rencana Spurs di lini depan.
- Klub asal Turki, Trabzonspor, masih memburu tanda tangannya dengan tawaran gaji tiga kali lipat, namun Tottenham menolak dua nilai bid.
- Jika gagal pindah, Richarlison berisiko tidak tampil di Premier League hingga Januari, menyusul pencoretan namanya dari skuad utama.

Masa depan Richarlison di Tottenham Hotspur memasuki babak baru yang pelik. Pelatih Roberto De Zerbi mengungkapkan bahwa penyerang asal Brasil itu telah menolak tawaran untuk meninggalkan klub pada menit-menit akhir bursa transfer Inggris, sebuah keputusan yang berpotensi membuatnya terasing dari kompetisi domestik hingga pergantian tahun.
Kekisruhan ini bermula dari rencana kepulangan Richarlison ke Everton, klub yang ia bela sebelum pindah ke London Utara empat tahun silam. Negosiasi antara kedua klub sempat berjalan intensif, dengan skema pertukaran yang melibatkan Iliman Ndiaye. Namun, kesepakatan batal di menit terakhir, memicu kekecewaan mendalam dari pemain berusia 29 tahun itu. Melalui media sosial, ia menuntut kendali atas kariernya dan meminta situasinya ditangani dengan hormat.
Di tengah kebuntuan, Trabzonspor muncul sebagai penyelamat. Klub asal Turki tersebut dikabarkan telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Richarlison, termasuk gaji tiga kali lipat dari yang ia terima sekarang. Namun, Tottenham menolak dua proposal senilai 15 juta dan 20 juta poundsterling. Dengan bursa transfer Turki yang masih terbuka hingga pukul 22.00 waktu setempat, kedua klub memiliki waktu terbatas untuk mencapai kompromi.
Keputusan Tottenham untuk tidak menyertakan Richarlison dalam skuad Premier League pekan ini menjadi sinyal tegas. Meski menjadi kontributor gol terbanyak musim lalu, kehadiran Dominic Solanke dan kedatangan Omar Marmoush dari Manchester City membuat posisinya semakin terpinggirkan. De Zerbi, yang sebelumnya sudah mengisyaratkan keinginan Richarlison hengkang sejak pramusim, kini mengaku tidak mengetahui detail tawaran dari Turki.
"Saya tidak tahu apakah ada tawaran dari Turki. Saya tidak tahu apakah klub menerima tawaran itu. Yang saya tahu, ada tawaran sebelum bursa transfer Inggris ditutup, tapi dia tidak menerimanya," ujar De Zerbi dalam konferensi pers jelang laga melawan Nottingham Forest. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pelatih asal Italia tersebut tidak terlibat langsung dalam negosiasi, yang ditangani oleh pihak manajemen klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Richarlison menjadi pelajaran menarik tentang dinamika bursa transfer Eropa yang kerap berakhir dengan keputusan sepihak. Di tengah gencarnya kabar ketertarikan klub-klub Asia pada pemain Eropa, kisah ini menunjukkan bahwa faktor finansial dan regulasi liga tetap menjadi penentu utama. Jika Richarlison gagal pindah ke Trabzonspor, ia harus menunggu hingga Januari untuk mendapatkan menit bermain, sebuah skenario yang merugikan baik bagi pemain maupun klub yang masih membayar gajinya.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Trabzonspor memenuhi permintaan Tottenham sebelum tenggat waktu? Atau akankah Richarlison bertahan dan menjalani hukuman tak terlihat hingga bursa Januari? Keputusan dalam beberapa jam ke depan akan menentukan arah karier pemain yang masih menjadi andalan tim nasional Brasil ini.



