Leeds Incar Yunus Musah untuk Gantikan Peran Kalvin Phillips
Baca dalam 60 detik
- Leeds United memulai negosiasi dengan AC Milan untuk merekrut gelandang Amerika Serikat, Yunus Musah, di bursa transfer musim panas ini.
- Musah dinilai memiliki profil serupa dengan Kalvin Phillips, terutama dalam hal memenangkan bola dan pressing tinggi, meski menit bermainnya di Serie A terbatas.
- Kedatangan Musah bisa menjadi solusi jika Leeds kehilangan Ao Tanaka atau jika Ilia Gruev dan Sean Longstaff tak kunjung konsisten.

Leeds United tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan gelandang AC Milan, Yunus Musah, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi lini tengah mereka musim panas ini. Klub asal Yorkshire Barat itu dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan raksasa Serie A untuk membahas potensi transfer pemain timnas Amerika Serikat berusia 23 tahun tersebut.
Langkah ini muncul setelah Leeds sukses mengamankan bek tengah Tarik Muharemovic dari Sassuolo dengan nilai transfer mencapai ยฃ34 juta. Manajer Daniel Farke tak ingin berhenti di situ. Ia juga tengah bernegosiasi dengan Southampton untuk merekrut gelandang asal Irlandia Utara, Shea Charles, yang dibanderol sekitar ยฃ25 juta. Namun, kebutuhan akan tambahan amunisi di lini tengah masih terasa, terutama dengan masa depan beberapa pemain yang belum jelas.
Menurut laporan Milan News, Leeds yang dimiliki oleh 49ers Enterprises telah mengirimkan perwakilan untuk mengadakan pembicaraan dengan AC Milan. Namun, pelatih anyar Rossoneri, Ruben Amorim, belum mengambil keputusan soal masa depan Musah. Ia diperkirakan akan menilai sang pemain selama pramusim, sehingga proses transfer ini berpotensi berjalan alot.
Musah bukanlah nama asing di sepak bola Eropa. Sebelum bergabung dengan Milan, ia menimba ilmu di akademi Valencia dan sempat bermain di LaLiga. Musim lalu, ia dipinjamkan ke Atalanta dan hanya tampil sebanyak 20 kali di Serie A, dengan hanya lima di antaranya sebagai starter. Meski menit bermainnya terbatas, statistiknya cukup impresif: ia masuk dalam 12 persen gelandang terbaik Serie A untuk perolehan bola per 90 menit (5,25) dan berada di posisi satu persen teratas untuk penguasaan bola di sepertiga akhir lapangan (0,55 per 90 menit). Kemampuan dribelnya juga patut diacungi jempol, dengan 1,94 dribel sukses per 90 menit dan tingkat keberhasilan 66,7 persen.
Perbandingan dengan Kalvin Phillips pun mencuat. Phillips, yang kini membela Manchester City, adalah sosok kunci di lini tengah Leeds saat promosi dan bertahan di Premier League. Pada musim 2020/21, ia masuk dalam 10 persen gelandang terbaik Liga Inggris untuk perolehan bola (214) dan 36 persen teratas untuk penguasaan bola di sepertiga akhir (11). Musah, dengan mobilitas dan fisiknya, dinilai bisa meniru peran tersebut jika mendapat kesempatan bermain reguler di bawah asuhan Farke.
Konteks domestik: Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer selalu menarik karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Musah, yang juga berdarah Ghana-Amerika, bisa menambah daya tarik tersendiri. Selain itu, ketertarikan klub-klub Jerman seperti Hertha Berlin, Hannover, dan Schalke terhadap gelandang Jepang Ao Tanaka juga patut dicermati, mengingat banyak pemain Asia yang kini meramaikan Liga Inggris.
Jika Ao Tanaka hengkang, Leeds hanya akan memiliki empat gelandang tengah untuk tiga posisi (tergantung formasi), atau lima jika Charles datang. Situasi ini membuat opsi merekrut Musah menjadi semakin relevan. Namun, semua tergantung pada keputusan Amorim di Milan. Apakah Leeds akan bersabar menunggu atau beralih ke target lain? Yang jelas, Farke tampaknya serius membangun skuad yang kompetitif untuk musim depan.



