Leeds United Rekrut Jean-Matteo Bahoya, Calon Penerus Anton Stach di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengamankan tanda tangan gelandang serang Eintracht Frankfurt, Jean-Matteo Bahoya, dengan skema pinjaman yang diwajibkan menjadi pembelian permanen senilai ยฃ25 juta pada musim panas mendatang.
- Bahoya, yang baru berusia 21 tahun, mencatatkan tujuh kontribusi gol dalam 15 penampilan starter di Bundesliga musim lalu, menempatkannya di jajaran persentil teratas untuk dribel dan penciptaan peluang di Eropa.
- Kedatangan pemain asal Prancis ini diharapkan mampu mereplikasi kesuksesan Anton Stach, yang menjadi kunci permainan Leeds sejak didatangkan dari Hoffenheim dengan harga ยฃ18 juta.

Leeds United kembali berburu talenta muda Bundesliga dengan mendatangkan Jean-Matteo Bahoya dari Eintracht Frankfurt pada hari terakhir bursa transfer. Pemain berusia 21 tahun itu tiba dengan status pinjaman yang disertai kewajiban pembelian permanen senilai ยฃ25 juta pada musim panas 2026, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya klub untuk memperkuat lini serang sekaligus menemukan pewaris peran Anton Stach di Elland Road.
Bahoya bukanlah nama asing di kancah sepak bola Jerman. Pada musim lalu, ia tampil dalam 15 laga starter di Bundesliga dan berhasil mencatatkan tujuh kontribusi gol, baik berupa gol maupun assist. Angka tersebut hampir setara dengan satu kontribusi gol setiap dua pertandingan, sebuah bukti ketajaman yang jarang dimiliki pemain seusianya. Lebih dari itu, statistik dribelnya juga impresif: rata-rata 2,8 dribel sukses per 90 menit, menempatkannya di enam persen terbaik penyerang di Eropa. Kemampuannya menciptakan peluang juga tak kalah mentereng, dengan 2,1 peluang per 90 menit, mengungguli 88 persen pemain depan di kasta tertinggi Jerman.
Keputusan Leeds untuk merekrut Bahoya tidak lepas dari kebutuhan akan tambahan daya gedor di lini tengah. Meski telah memiliki Anton Stach yang tampil konsisten sejak didatangkan dari Hoffenheim dengan banderol ยฃ18 juta, manajer Daniel Farke menilai timnya masih membutuhkan variasi serangan. Stach, yang menjadi pilar penting dalam skema 3-4-2-1, telah membuktikan nilainya dengan hanya absen delapan pertandingan musim lalu, mayoritas karena cedera pergelangan kaki saat menghadapi West Ham United di Piala FA. Namun, Farke tampaknya ingin memiliki opsi lain yang bisa dirotasi tanpa menurunkan kualitas permainan.
Langkah ini juga menunjukkan perubahan strategi Leeds di bursa transfer. Setelah musim lalu menghabiskan dana sekitar ยฃ90 juta untuk mengamankan tempat di Premier League, kali ini klub lebih selektif dengan memilih pemain berkualitas ketimbang kuantitas. Bahoya, yang sebelumnya dikaitkan dengan Hull City dan Manchester United, menjadi salah satu pembelian termahal di bursa musim panas ini, bersama James Trafford dan Tarik Muharemovic yang masing-masing didatangkan dengan total ยฃ79 juta. Kedua pemain anyar itu pun langsung dipercaya mengisi starting line-up dan berhasil menjaga gawang tetap perawan saat Leeds menaklukkan Nottingham Forest di laga pembuka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik untuk disimak, mengingat banyak pemain Asia Tenggara yang kini mulai merambah liga-liga Eropa. Meski belum ada nama Indonesia yang menembus skuad utama Leeds, kebijakan klub yang berani merekrut pemain muda berbakat dari liga sekunder Eropa seperti Bundesliga bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia untuk lebih agresif dalam pencarian bakat. Selain itu, performa Bahoya yang impresif di Bundesliga menunjukkan bahwa liga Jerman masih menjadi ladang subur bagi pemain muda untuk berkembang, sebuah pelajaran yang relevan bagi pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia.
Perbandingan antara Bahoya dan Stach memang tidak bisa dihindari. Stach, yang kini berusia 27 tahun, telah menjadi favorit penggemar berkat kontribusinya di kedua sisi lapangan, terutama dalam situasi bola mati. Sementara Bahoya, meski beroperasi di posisi yang lebih maju, memiliki karakteristik serupa: rajin merebut bola dengan rata-rata 2,1 tekel per 90 menit, dan mampu tampil impresif tanpa bola. Jika Bahoya mampu beradaptasi dengan cepat dengan intensitas Premier League, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak Stach yang berhasil mematahkan ekspektasi banyak orang sejak kedatangannya.
Namun, tetap ada pertanyaan besar: apakah Bahoya bisa langsung bersinar di musim perdananya, atau justru membutuhkan waktu untuk beradaptasi seperti yang dialami beberapa pemain anyar lainnya? Dengan jadwal padat yang menanti Leeds United, termasuk ambisi untuk finis di papan atas, Farke tentu berharap Bahoya bisa segera memberikan kontribusi nyata. Jika tidak, tekanan akan semakin besar mengingat nilai transfer yang cukup tinggi untuk ukuran pemain muda. Apakah langkah berani Leeds ini akan membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: Elland Road akan menjadi saksi lahirnya bakat baru yang siap menggebrak Premier League.



