Semifinal Piala Dunia 2026: Empat Jawara Bertemu, Messi dan Mbappe Berebut Tahta
Baca dalam 60 detik
- Empat negara juara dunia—Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris—bersaing di semifinal, sebuah skenario yang terakhir terjadi pada 1990.
- Laga Argentina vs Inggris menghidupkan kembali rivalitas historis yang dipicu konflik politik dan insiden ikonik seperti 'Tangan Tuhan'.
- Lionel Messi (39 tahun) dan Kylian Mbappe sama-sama mengoleksi 8 gol, bersaing memperebutkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Empat tim teratas peringkat FIFA sekaligus mantan juara dunia—Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris—hanya berjarak dua kemenangan dari mengangkat trofi paling bergengsi di planet ini. Semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat pekan ini menyajikan dua duel yang sulit ditebak: Prancis kontra Spanyol di Arlington, Texas, pada Selasa (14/7), disusul Argentina melawan Inggris di Atlanta, Georgia, sehari berselang.
Ini adalah kali pertama sejak 1990 babak semifinal diisi seluruhnya oleh negara-negara yang pernah menjadi kampiun. Saat itu Argentina, yang juga bertindak sebagai juara bertahan, akhirnya takluk dari Jerman Barat di partai puncak. Kini, skenario serupa bisa terulang: jika Argentina dan Prancis sama-sama menang, final 2022 akan terulang kembali.
Laga Argentina vs Inggris bukan sekadar pertandingan sepak bola. Rivalitas keduanya telah melampaui lapangan hijau, dipicu oleh konflik Kepulauan Falkland pada 1982. Di atas rumput, sejarah penuh luka: kapten Argentina Antonio Rattin diusir pada perempatfinal 1966, Maradona mencuri kemenangan lewat "Tangan Tuhan" pada 1986, dan David Beckham mendapat kartu merah akibat provokasi Diego Simeone pada 1998. Kini, untuk pertama kalinya, Lionel Messi akan berhadapan langsung dengan Inggris di Piala Dunia.
Sementara itu, Prancis dan Spanyol kembali bertemu di semifinal turnamen besar hanya dua tahun setelah Euro 2024. Saat itu Spanyol menang 2-1 berkat gol Lamine Yamal yang saat itu masih berusia 16 tahun. Kini, Yamal dan Nico Williams datang dalam kondisi cedera, namun Prancis justru tampil paling impresif sepanjang turnamen dengan lini serang yang mematikan. Kylian Mbappe, yang patah hidung di Euro, kini memuncaki daftar pencetak gol bersama Messi dengan delapan gol.
Persaingan individu tak kalah sengit. Erling Haaland mungkin sudah tersingkir bersama Norwegia, namun lima dari enam pencetak gol terbanyak masih bertahan. Jude Bellingham dan Harry Kane masing-masing telah mengemas enam gol, sementara Ousmane Dembele menyusul dengan lima. Mikel Oyarzabal dari Spanyol masih berpeluang menyalip jika timnya lolos ke final.
Bagi publik Indonesia, semifinal ini menyajikan tontonan kelas dunia yang langka. Dengan banyaknya pemain bintang yang berlaga, termasuk Messi yang kemungkinan besar tampil di Piala Dunia terakhirnya, momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan sejarah. Pertanyaan besarnya: akankah Messi menggenapi status legenda dengan dua gelar Piala Dunia, atau justru Mbappe yang merebut mahkota dan memecahkan rekor sepanjang masa?



