Setelah McCullum Dipecat, Inggris Buru Pelatih Baru Sebelum Lawan Pakistan
Baca dalam 60 detik
- ECB mengincar enam hingga sepuluh kandidat global untuk menggantikan Brendon McCullum sebagai pelatih kepala Tes Inggris, dengan target diumumkan sebelum seri melawan Pakistan pada Agustus.
- Proses seleksi dipimpin Rob Key, dan pelatih baru akan turut menentukan kapten tim yang juga lowong setelah pensiunnya Ben Stokes.
- Andy Flower disebut sebagai target utama, namun kendala komitmen franchise membuat ECB bersiap dengan solusi interim jika diperlukan.

Inggris bergegas mencari pengganti Brendon McCullum sebagai pelatih kepala tim Tes, dengan target menunjuk sosok baru sebelum laga melawan Pakistan di Headingley pada 19 Agustus mendatang. Keputusan ini diambil setelah McCullum dipecat menyusul tujuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir.
Richard Gould, Kepala Eksekutif ECB, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun daftar pendek berisi enam hingga sepuluh nama dari berbagai negara. โIni akan menjadi proses seleksi yang terarah. Kami selalu memiliki rencana suksesi untuk berbagai posisi, dan untuk kursi pelatih ini, daftar kami tidak lebih dari sepuluh nama secara global,โ ujar Gould kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa Managing Director Kriket Putra, Rob Key, akan memimpin proses wawancara.
Selain pelatih, Inggris juga kehilangan kapten setelah Ben Stokes pensiun dari Tes pada akhir Juni. Gould menegaskan bahwa ECB akan mengutamakan pengangkatan pelatih kepala terlebih dahulu, lalu orang tersebut bersama Key dan selektor nasional Marcus North akan menentukan kapten baru. Situasi ini menambah kompleksitas karena pelatih anyar harus bekerja berdampingan dengan McCullum yang masih menangani tim putih (one-day dan T20).
Gould menekankan bahwa gaya bermain agresif ala McCullum tidak mutlak dipertahankan. โKami memiliki pemain dengan keterampilan tertentu yang selama ini bermain agresif. Namun, pola permainan bisa berubah tergantung pada pelatih dan di mana ia melihat kekuatan tim,โ jelasnya. ECB terbuka pada kemungkinan menunjuk pelatih interim jika kandidat utama masih terikat kontrak dengan tim lain.
Siapa saja kandidatnya? Nama Andy Flower langsung mencuat sebagai favorit. Pelatih asal Zimbabwe itu sukses membawa Inggris juara Ashes 2010-11 di Australia dan kini menukangi Royal Challengers Bengaluru di IPL. Namun, mantan pemain Inggris Steven Finn meragukan Flower mau menerima tawaran. โButuh uang sangat banyak untuk menarik Andy Flower karena tekanan di tim nasional jauh lebih besar daripada franchise,โ kata Finn. Kandidat lain termasuk Jonathan Trott yang baru saja menangani Afghanistan, Andrew Flintoff yang kini melatih England Lions, serta sejumlah nama seperti Richard Dawson, Gareth Batty, dan dua mantan pelatih Australia: Darren Lehmann serta Justin Langer.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pergantian pelatih Inggris ini menarik karena dapat memengaruhi dinamika pertandingan internasional, terutama saat Inggris bertemu tim Asia seperti Pakistan. Selain itu, pendekatan baru Inggris bisa menjadi tolok ukur bagi perkembangan kriket di negara-negara non-tradisional. ECB sendiri mengakui bahwa jadwal kriket yang padat โ dengan turnamen franchise seperti IPL dan The Hundred โ membuat komitmen pelatih menjadi isu krusial. Gould bahkan membuka opsi pelatih tetap tetap boleh menangani tim franchise lain.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah ECB berani mengambil risiko dengan pelatih berdisiplin keras seperti Justin Langer, atau tetap memilih figur yang lebih fleksibel? Keputusan ini tidak hanya akan menentukan performa Inggris di seri melawan Pakistan, tetapi juga arah jangka panjang kriket Tes Inggris pasca-era McCullum.



