India Hancurkan Inggris di Lord's, Beaumont dan Knight Pensiun Tanpa Dongeng
Baca dalam 60 detik
- India membutuhkan waktu tiga hari untuk menguasai satu-satunya pertandingan Test wanita melawan Inggris di Lord's, dengan keunggulan 327 run yang hampir mustahil dikejar.
- Yastika Bhatia menjadi wanita pertama yang mencetak abad Test di Lord's, sementara Inggris kehilangan tiga pemukul kunci termasuk kapten Nat Sciver-Brunt dengan cepat.
- Kekalahan ini menyoroti masalah kedalaman pace bowling Inggris, sementara India menunjukkan dominasi yang mengesankan di kandang lawan.

Inggris berada di ambang kekalahan telak setelah hari ketiga pertandingan Test satu-satunya melawan India di Lord's, London, Jumat (14/6). Dengan skor 130-6 dalam mengejar target 457 run, tuan rumah masih membutuhkan 327 run lagi untuk menang, sebuah tugas yang hampir mustahil di hari terakhir.
Momen emosional mewarnai laga ini karena dua pemain veteran Inggris, Tammy Beaumont dan Heather Knight, menjalani pertandingan terakhir mereka. Namun, dongeng perpisahan yang indah tak terwujud. Beaumont gagal mencetak run (golden duck), sementara Knight hanya mampu mengumpulkan 13 run sebelum kembali ke paviliun. Kapten Nat Sciver-Brunt juga tumbang cepat dengan 11 run, membuat Inggris terpuruk di 59-5.
Perlawanan datang dari pasangan Mady Villiers dan Amy Jones yang membangun kemitraan 67 run untuk gawang keenam. Namun, Villiers akhirnya harus mengakui keunggulan India setelah tangkapan spektakuler Richa Ghosh di silly mid-off pada 10 menit terakhir hari itu. Jones tetap tidak terkalahkan dengan 52 run, tetapi itu tak cukup untuk menyelamatkan Inggris.
Keunggulan India dibangun oleh Yastika Bhatia yang tampil gemilang dengan 113 run, mengalahkan rekan setimnya Smriti Mandhana yang hanya mencetak 70 run. Bhatia menjadi wanita pertama yang namanya terpahat di papan kehormatan Test Lord's. Setelah itu, Richa Ghosh mempercepat skor dengan 52 run dari 52 bola, memaksa kapten Harmanpreet Kaur untuk mendeklarasikan inning sebelum teh.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan perkembangan kriket wanita di Asia. India, yang sering menjadi lawan timnas Indonesia di level Asia, membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan. Sementara Inggris, yang selama ini menjadi kiblat kriket, mulai menunjukkan kerapuhan di sektor pace bowling setelah Lauren Bell harus keluar lapangan karena sakit perut. Issy Wong dan Lauren Filer, yang tidak dimainkan di Piala Dunia, kesulitan memberikan tekanan.
Sophie Ecclestone menjadi satu-satunya pemain Inggris yang masuk papan kehormatan Test Lord's setelah mengambil 5 gawang. Namun, itu tak cukup untuk menutupi kelemahan timnya. Dengan satu hari tersisa, Inggris hanya bisa berharap keajaiban untuk menghindari kekalahan yang sudah di depan mata.



