Natalie Imbruglia Buka Suara: Alasan Menjaga Anak dari Sorotan Publik
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Natalie Imbruglia memilih merahasiakan perjalanan fertilisasi in vitro (IVF) demi menghormati privasi putranya, Max Valentine.
- Menjadi ibu tunggal justru memicu ambisi kreatifnya, mengakhiri masa writer's block yang panjang.
- Album terbarunya, Algorithm, terinspirasi dari pengalaman perimenopause yang mendorongnya berbicara terbuka tentang isu kesehatan perempuan.

Natalie Imbruglia, pelantun hits 'Torn', kembali menjadi sorotan bukan karena karya musiknya, melainkan keputusannya yang tegas menjaga privasi putra semata wayangnya, Max Valentine. Dalam wawancara terbaru dengan The Sunday Times Style, perempuan 51 tahun ini mengungkapkan alasan di balik komitmennya untuk tidak membahas lebih jauh proses kehamilan dan kehidupan sang buah hati di hadapan publik.
Max Valentine lahir pada 2019 melalui program bayi tabung (IVF) dengan donor sperma anonim. Sejak awal, Imbruglia telah berjanji untuk tidak mengekspos anaknya secara berlebihan. "Saya menjauhkannya dari sorotan sebisa mungkin. Demi menghormati dia, saya memilih tidak membahasnya. Dia pribadi yang sangat tertutup, jadi saya pikir itu akan mengganggunya," ujar penyanyi asal Australia ini.
Keputusan ini menjadi cerminan pergeseran budaya di kalangan selebritas global yang mulai sadar akan pentingnya privasi anak di era digital. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat di kalangan publik figur tanah air yang semakin selektif membagikan momen keluarga di media sosial, seiring meningkatnya kesadaran akan dampak psikologis eksposur berlebih pada anak.
Menariknya, peran sebagai ibu justru menjadi titik balik karier Imbruglia. Ia mengaku bahwa masa sulit writer's block yang dialaminya selama bertahun-tahun ternyata berkaitan erat dengan kerinduannya menjadi seorang ibu. "Saya tidak menyadari bahwa seluruh periode writer's block itu bertepatan dengan keinginan kuat untuk menjadi seorang ibu. Perjalanannya panjang. Jika bagian besar dari sesuatu yang penting bagimu tidak ada di tempatnya, itu akan mempengaruhi segalanya," jelasnya.
Menjadi orang tua tunggal juga memicu sisi ambisiusnya. "Menjadi ibu membuat saya lebih ambisius. Saya lebih terdorong. Dan saya orang tua tunggal. Mama beruang ingin memberi nafkah," tambahnya. Sikap ini mencerminkan realitas banyak ibu tunggal di Indonesia yang harus berjuang menyeimbangkan karier dan pengasuhan anak, meski dengan tantangan yang berbeda.
Album studio keenamnya, Algorithm, yang akan dirilis September mendatang, menjadi kanvas bagi Imbruglia untuk menuangkan pengalaman pribadinya, termasuk masa perimenopause. Ia menggambarkan periode itu sebagai proses berduka yang penuh kemarahan. "Saya benar-benar marah. Saya jatuh dari tebing. Rasanya seperti seseorang mengambil sebagian kepribadian saya. Saya membicarakannya dan orang-orang berusaha membungkam saya. Kini saya sangat vokal," ungkapnya.
Ia berterima kasih kepada presenter Davina McCall yang ditemuinya di sebuah restoran saat masa sulit itu. "Saya seperti, 'Ceritakan semuanya padaku!'" kenangnya. Imbruglia menekankan pentingnya perempuan berani bersuara tentang perubahan hormonal, bukan justru berpura-pura baik-baik saja. "Hati-hati, para perempuan, jika kamu mulai berkata, 'Aku merasa bukan diriku sendiri.' Saya mengatakannya selama setahun sebelum akhirnya mencari pertolongan," ujarnya.
Pengakuan jujur ini membuka diskusi yang selama ini dianggap tabu, terutama di masyarakat Indonesia di mana topik menopause dan perimenopause masih jarang dibahas secara terbuka. Imbruglia berharap pengalamannya bisa mendorong lebih banyak perempuan untuk mencari informasi dan dukungan tanpa rasa malu. "Betapa indahnya bahwa ini bukan lagi topik yang memalukan. Bayangkan bagaimana ibu-ibu kita dulu mengalaminya," pungkasnya.
Dengan album baru yang lahir dari pengalaman paling rentan dalam hidupnya, Imbruglia membuktikan bahwa kerentanan bisa menjadi kekuatan. Pertanyaannya, akankah semakin banyak figur publik yang berani membuka diskusi tentang perimenopause dan hak privasi anak di masa depan?



