Peserta Turnamen Bisbol Kota ke-97 Resmi Terbentuk: Nippon Steel Kashima Rebut Tiket Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Nippon Steel Kashima memastikan tempat ke-32 di turnamen bisbol amatir Jepang, mengalahkan Hitachi 3-1 di babak kualifikasi final.
- JR East Tokyo memegang rekor partisipasi beruntun terlama (17 tahun), sementara Nippon Life Osaka memimpin total keikutsertaan (65 kali).
- Turnamen akan berlangsung 26 Agustus–6 September di Tokyo Dome, dengan undian resmi pada 23 Juli.

Nippon Steel Kashima (Kashima City) memastikan diri sebagai tim ke-32 yang lolos ke turnamen bisbol amatir bergengsi Jepang, setelah menundukkan Hitachi 3-1 dalam pertandingan penentuan babak kualifikasi kedua wilayah Kanto Utara, Minggu (12/7). Kemenangan ini sekaligus menggenapi daftar peserta turnamen yang akan digelar di Tokyo Dome pada 26 Agustus hingga 6 September mendatang.
Turnamen bisbol antarkota (Toshi Taiko) ke-97 ini mempertemukan tim-tim perusahaan dan klub dari seluruh Jepang. Nippon Steel Kashima, yang mewakili Kota Kashima, Prefektur Ibaraki, berhasil lolos untuk kedua kalinya berturut-turut dan ke-24 kalinya secara keseluruhan. Pertandingan kualifikasi berlangsung sengit di Stadion Kota Hitachi, Ibaraki, dengan keunggulan tipis 3-1 yang memastikan tiket mereka ke Tokyo Dome.
Dengan rampungnya seluruh babak kualifikasi, panitia akan menggelar undian resmi pada 23 Juli di Tokyo. Turnamen tahun ini mencatat beberapa rekor dan fakta menarik. JR East Tokyo mempertahankan rekor partisipasi beruntun terlama, yakni 17 tahun berturut-turut. Sementara itu, Nippon Life Osaka menjadi tim dengan total keikutsertaan terbanyak sepanjang sejarah, yaitu 65 kali. Di sisi lain, Nihon Shinyaku Kyoto kembali setelah absen selama empat tahun, menjadikannya tim dengan jeda terpanjang sebelum kembali ke turnamen.
Dua tim klub, JR Hokkaido Club (Sapporo) dan Shinshu Club (Nagano), juga akan ambil bagian, menunjukkan bahwa bisbol amatir Jepang tidak hanya didominasi oleh tim perusahaan. Sementara itu, Oji Kasugai berambisi meraih gelar juara berturut-turut, yang jika tercapai akan menjadikannya tim keenam dalam sejarah yang mampu melakukannya, setelah JX-ENEOS (sekarang ENEOS) pada 2012-2013.
Namun, turnamen tahun ini juga diwarnai ketidakhadiran beberapa tim besar. Yamaha Hamamatsu, yang memenangkan Kejuaraan Jepang musim gugur lalu, gagal lolos. Dua tim lainnya, Panasonic Kadoma dan Sega Sammy Tokyo, juga tidak berpartisipasi karena Panasonic menghentikan sementara kegiatan bisbolnya pada akhir musim ini, sementara Sega Sammy membubarkan timnya. Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi bisbol perusahaan di Jepang, di mana restrukturisasi bisnis dan perubahan prioritas perusahaan kerap berdampak pada keberlangsungan tim.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, turnamen ini mungkin tidak setenar liga profesional seperti Nippon Professional Baseball (NPB). Namun, Toshi Taiko tetap menjadi ajang penting yang melahirkan banyak pemain berbakat yang kemudian berkarier di NPB atau bahkan Major League Baseball (MLB). Keberagaman peserta—dari tim perusahaan raksasa hingga klub lokal—menunjukkan ekosistem bisbol yang kuat di Jepang, yang bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga serupa di Tanah Air.
Dengan undian yang akan segera digelar, pertanyaan besarnya adalah: akankah Oji Kasugai mampu mengulang sukses dua tahun lalu, atau justru ada tim kejutan yang akan merebut mahkota? Jawabannya akan mulai terungkap di Tokyo Dome akhir Agustus nanti.



