Kejutan di Timnas Italia: Leonardo Jadi Penasihat Khusus, Rekomendasi Maldini
Baca dalam 60 detik
- FIGC mengumumkan Leonardo sebagai penasihat khusus untuk direktur teknis Paolo Maldini, sebuah langkah yang tidak terduga.
- Maldini meminta Leonardo bergabung karena tantangan besar membangun kembali struktur timnas Italia setelah kegagalan Piala Dunia.
- Leonardo, mantan pemain dan direktur teknis AC Milan serta PSG, diharapkan membawa pengalaman internasionalnya ke skuad Azzurri.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengejutkan publik dengan menunjuk Leonardo Nascimento de Araújo, mantan pemain dan direktur teknis AC Milan, sebagai penasihat khusus untuk Paolo Maldini, yang baru saja diangkat sebagai direktur teknis tim nasional. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden FIGC Giovanni Malagò, yang mengungkapkan bahwa ide tersebut berasal dari Maldini sendiri.
Maldini, legenda AC Milan dan bek tangguh Italia, telah menjadi target utama Malagò sejak awal untuk mengisi posisi yang baru diciptakan ini. Tujuannya adalah memberikan struktur dan konsistensi bagi Nazionale, yang tengah berusaha bangkit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Namun, kehadiran Leonardo sebagai pendamping Maldini menjadi kejutan yang tak terduga.
“Sejak awal, Paolo mengatakan kepada saya bahwa dia akan senang jika Leonardo dilibatkan sebagai konsultan, karena banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ini akan menjadi tantangan berat,” ujar Malagò kepada TG2 Post. “Saya juga senang, karena saya sangat menghormati Leonardo. Mereka adalah dua sisi dari koin yang sama.”
Leonardo, yang akan berusia 57 tahun pada September mendatang, memiliki ikatan kuat dengan sepak bola Italia. Ia bermain untuk AC Milan dari 1997 hingga 2001, lalu kembali pada 2002-03 sebelum pensiun. Setelah gantung sepatu, ia memulai karier di balik layar sebagai pemandu bakat di Milan, kemudian naik menjadi direktur teknis pada 2008-09, dan sempat menjadi pelatih pada 2009-10. Langkah mengejutkan terjadi ketika ia pindah ke rival sekota, Inter Milan, sebagai pelatih pada Desember 2010 hingga akhir musim.
Karier Leonardo tidak selalu mulus. Setelah meninggalkan Inter, ia sempat menjadi pelatih Antalyaspor di Turki pada 2017, namun hanya bertahan beberapa bulan. Ia kemudian kembali ke Milan sebagai direktur teknis pada 2018-19, di mana ia bekerja bersama Maldini. Pengalamannya di Paris Saint-Germain, baik sebagai direktur olahraga maupun dalam peran lain, memberinya wawasan tentang manajemen klub besar Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, penunjukan ini menarik karena menunjukkan bagaimana federasi sepak bola berusaha merekrut figur berpengalaman untuk membangun kembali tim nasional. Di Indonesia, PSSI juga tengah berupaya mereformasi struktur timnas setelah serangkaian kegagalan. Kolaborasi antara dua legenda seperti Maldini dan Leonardo bisa menjadi model bagi federasi lain dalam memanfaatkan ikon sepak bola untuk peran non-teknis.
Dengan kombinasi pengalaman Maldini sebagai pemain dan kapten, serta jejaring dan pengetahuan Leonardo di level klub dan internasional, Italia berharap dapat mengembalikan kejayaan mereka. Pertanyaan besarnya: akankah duo ini mampu membawa Italia kembali ke puncak sepak bola dunia, atau justru akan menghadapi benturan ego di antara dua karakter kuat?



