Kebakaran Ruko di Pulogadung Tewaskan Tiga Orang, Diduga Korsleting Listrik
Baca dalam 60 detik
- Insiden kebakaran di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, menewaskan tiga penghuni ruko dan melukai satu orang pada Minggu dini hari.
- Petugas pemadam mengerahkan 14 unit armada dan 60 personel untuk menjinakkan api yang diduga berasal dari korsleting stop kontak.
- Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah kebakaran serupa.

Kebakaran hebat melanda sejumlah ruko dan tempat usaha di Jalan Palad, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (12/7) dini hari, merenggut nyawa tiga orang dan meninggalkan satu korban luka-luka. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ini menjadi alarm bagi warga ibu kota akan bahaya laten korsleting listrik di pemukiman padat penduduk.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengonfirmasi bahwa tiga korban tewas masing-masing berinisial ES (67), LF (40), dan RM (10). Jenazah ketiganya telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Teratai. Sementara satu korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.
Api pertama kali dilaporkan oleh warga yang mendatangi pos pemadam kebakaran setempat. Tim pemadam tiba di lokasi hanya empat menit setelah laporan, namun api telah membesar dan menjalar dengan cepat ke bangunan di sekitarnya. Total 14 unit mobil pemadam dan 60 personel dikerahkan untuk melokalisir kobaran api yang melahap area seluas beberapa ruko.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik pada satu stop kontak yang kemudian menyebar ke bangunan kayu dan warung di kiri-kanannya. Kepadatan bangunan dan material mudah terbakar menjadi faktor yang mempercepat perambatan api. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bahaya kebakaran akibat instalasi listrik usang masih menjadi ancaman serius di perkotaan, terutama di kawasan padat seperti Pulogadung.
Menurut data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, kebakaran akibat korsleting listrik masih mendominasi kasus kebakaran di ibu kota setiap tahunnya. Banyak pemilik rumah dan usaha mengabaikan standar keamanan instalasi listrik, seperti penggunaan stop kontak bertumpuk dan kabel tidak berstandar SNI. Abdul Wahid mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan berkala terhadap kelayakan instalasi listrik dan tidak membebani stop kontak secara berlebihan.
Peristiwa ini juga menyoroti perlunya kesadaran warga akan jalur evakuasi dan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan tempat tinggal. Dengan respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan dalam beberapa jam, namun korban jiwa tak terhindarkan. Ke depan, perlu ada sosialisasi lebih masif tentang pencegahan kebakaran, terutama di kawasan ruko yang kerap dijadikan tempat tinggal sekaligus usaha.



