Venezia Kunci Transfer Akor Adams dari Sevilla: Rp278 Miliar Plus Bonus
Baca dalam 60 detik
- Venezia mencapai kesepakatan akhir dengan Sevilla untuk striker Nigeria Akor Adams senilai โฌ16 juta plus bonus performa.
- Adams, yang mencetak 10 gol di La Liga musim lalu, diharapkan menjadi ujung tombak Venezia di Serie A setelah promosi.
- Transfer ini menandai belanja besar Venezia untuk bertahan di kasta tertinggi, dengan total investasi mencapai puluhan juta euro.

Venezia hampir pasti mengamankan jasa penyerang Nigeria Akor Adams dari Sevilla dalam kesepakatan senilai โฌ16 juta (sekitar Rp278 miliar) ditambah bonus berbasis performa. Direktur olahraga Filippo Antonelli mengonfirmasi bahwa negosiasi telah memasuki tahap akhir, tinggal menunggu detail terakhir sebelum resmi diumumkan.
Adams, 26 tahun, bergabung dengan Sevilla dari Montpellier pada Januari 2025 dengan biaya โฌ5,5 juta. Musim lalu ia menjadi andalan di lini depan Sevilla dengan torehan 10 gol dan tiga assist dalam 32 penampilan La Liga. Ketajamannya di depan gawang menjadi alasan utama Venezia rela menggelontorkan dana besar, terutama setelah promosi otomatis dari Serie B musim lalu.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Sportitalia, dan Tuttomercatoweb, nilai transfer tetap sekitar โฌ16 juta, sementara bonus tambahan akan dikaitkan dengan pencapaian pribadi Adams dan prestasi tim. Antonelli dalam konferensi pers hari ini mengatakan, โSaya berjanji akan menceritakan semuanya setelah kesepakatan rampung. Pembicaraan sudah sangat maju, tetapi masih ada beberapa detail akhir yang perlu diselesaikan.โ
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Venezia untuk memperkuat skuad demi bertahan di Serie A. Sebelumnya, mereka telah mendatangkan Albion Rrahmani dari Sparta Praha, Armel Bella-Kotchap dari Verona, Ale Gomes dari Real Zaragoza, serta dua pemain bebas transfer Toma Basic dan Thierry Correia. Total belanja Venezia musim panas ini diperkirakan menembus angka โฌ30 juta, menandakan ambisi besar klub yang baru kembali ke kasta tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub promosi seperti Venezia berani berinvestasi besar untuk pemain yang sudah teruji di liga top Eropa. Adams, yang juga pernah bermain di Ligue 1 bersama Montpellier, diharapkan menjadi mesin gol yang membawa Venezia menjauh dari zona degradasi. Jika sukses, model perekrutan ini bisa menjadi contoh bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin bersaing di level tertinggi.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang masih panjang, Venezia tampaknya belum selesai berbelanja. Pertanyaan besarnya: apakah Adams mampu beradaptasi cepat dengan gaya bermain Serie A yang terkenal defensif, atau justru menjadi investasi mahal yang tidak membuahkan hasil? Jawabannya akan mulai terlihat saat musim baru bergulir.



