Kecelakaan Beruntun di Indramayu Tewaskan 10 Orang, Sopir Diduga Gegabah Putar Arah
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan maut di Indramayu melibatkan tiga kendaraan dan menewaskan sepuluh orang, mayoritas penumpang mobil bak terbuka.
- Insiden dipicu manuver putar arah mendadak yang menyebabkan tabrakan beruntun dengan wing box dan truk Hino.
- Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi dan kondisi kendaraan.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di jalur Kijaran, Indramayu, Minggu siang, merenggut nyawa sepuluh orang dan melukai delapan lainnya. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Jawa Barat dalam beberapa bulan terakhir.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut 17 orang penumpang sepulang acara pernikahan berniat memutar arah di tengah jalan. Manuver mendadak tersebut tidak sempat diantisipasi oleh kendaraan wing box yang melaju dari arah belakang, sehingga terjadi tabrakan keras. Hantaman tersebut mendorong mobil bak terbuka ke jalur berlawanan, yang langsung ditabrak oleh truk Hino yang datang dari arah depan.
Dari total korban jiwa, tiga orang dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara tujuh lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Dua orang mengalami luka berat, termasuk sopir mobil bak terbuka yang diduga menjadi aktor di balik manuver berbahaya tersebut. Enam penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya angka kecelakaan di jalur-jalur arteri di Jawa Barat, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan penumpang non-standar seperti mobil bak terbuka. Meski kerap digunakan untuk mengangkut rombongan hajatan, kendaraan jenis ini tidak dirancang untuk keselamatan penumpang dan kerap menjadi korban dalam kecelakaan fatal. Data Korlantas Polri mencatat bahwa kecelakaan akibat manuver putar arah dan pelanggaran batas kecepatan masih mendominasi angka lakalantas di Indonesia.
Polres Indramayu saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap sopir yang selamat, saksi mata, serta analisis olah tempat kejadian perkara (TKP) tengah dilakukan. Selain itu, tim juga akan memeriksa kelengkapan administrasi dan kondisi teknis ketiga kendaraan yang terlibat. Belum ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan adanya pelanggaran hukum, namun pasal tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian dapat dijeratkan kepada pengemudi yang terbukti bersalah.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bagi para pengguna jalan, khususnya di musim liburan dan musim pernikahan, di mana mobilitas masyarakat meningkat. Pertanyaannya, apakah penegakan hukum dan edukasi keselamatan lalu lintas sudah cukup untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali?



