Paolo Maldini Jadi Bos Teknis Timnas Italia: Lebih Penting dari Pelatih Baru?
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini resmi menjabat direktur teknis Timnas Italia, menggantikan peran yang sebelumnya kosong selama berbulan-bulan.
- Mantan rekan setimnya, Alessandro Costacurta, menilai keputusan ini lebih krusial daripada pemilihan pelatih anyar Azzurri.
- Kehadiran Leonardo sebagai konsultan menghadirkan kombinasi visi visioner dan pendekatan praktis dalam pembenahan sepak bola Italia.

Keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjuk Paolo Maldini sebagai direktur teknis Timnas Italia disambut sebagai langkah strategis yang dinilai lebih berdampak ketimbang sekadar memilih pelatih baru. Legenda AC Milan itu kini memegang kendali penuh atas arah dan pengembangan skuad Azzurri.
Maldini, yang namanya identik dengan soliditas pertahanan Italia, resmi mengisi pos yang telah lama lowong setelah negosiasi dan spekulasi berbulan-bulan. FIGC menugaskannya tidak hanya untuk merancang program jangka panjang, tetapi juga memilih pelatih kepala berikutnya. Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ menegaskan bahwa Maldini selalu menjadi pilihan utamanya untuk peran ini.
Mantan rekan setim Maldini di Milan dan tim nasional, Alessandro Costacurta, menyebut penunjukan ini sebagai kabar besar bagi sepak bola Italia. โKami mendatangkan salah satu orang paling cerdas dan tulus dalam olahraga ini,โ ujarnya kepada Sky Sport Italia. Costacurta bahkan menambahkan, โMemilih Maldini mungkin lebih penting daripada memilih pelatih baru.โ
Kejutan muncul dengan masuknya Leonardo, mantan pemain Brasil yang pernah bekerja sama dengan Maldini di Milan, sebagai konsultan. Duet ini dianggap mampu menyatukan dua pendekatan berbeda. Menurut Costacurta, Leonardo lebih sebagai pemimpi dan visioner, sementara Maldini lebih praktis, mengandalkan pengetahuan dan insting. โHal terbaik dari mereka adalah mereka saling mendengarkan, meski berangkat dari ide berbeda, dan selalu menemukan solusi bersama,โ jelasnya.
Leonardo, yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Italia, pernah menjabat sebagai pemain, pemandu bakat, pelatih, dan direktur teknis di Milan, serta sempat melatih rival sekota Inter. Pekerjaan terakhirnya adalah asisten direktur teknis di Paris Saint-Germain. Rekrutmennya menambah dimensi internasional dalam struktur teknis FIGC.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah FIGC ini menjadi contoh pentingnya menempatkan figur berkarakter kuat di posisi strategis, bukan hanya mengandalkan pelatih. Di tengah upaya PSSI membenahi tim nasional, pelajaran dari Italia menunjukkan bahwa pembangunan fondasi teknis yang kokoh bisa lebih menentukan daripada sekadar pergantian pelatih. Pertanyaan besarnya: akankah Maldini dan Leonardo mampu mengembalikan kejayaan Italia yang sempat meredup?



