Fenerbahce Kunci Transfer Mason Greenwood, Roma Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Mason Greenwood dikabarkan telah menyetujui kontrak dengan Fenerbahce dengan gaji mencapai โฌ9 juta per musim, mengalahkan tawaran Roma.
- Klub Turki itu bergerak cepat dengan negosiasi awal yang agresif, sementara Roma masih berkutat dengan persiapan dana โฌ50 juta.
- Kesepakatan ini melibatkan skema pembagian keuntungan rumit antara Manchester United, Marseille, dan Getafe, dengan nilai transfer bervariasi antara โฌ39,5 juta hingga โฌ45 juta.

Mason Greenwood, pemain sayap yang lama menjadi incaran AS Roma, dilaporkan akan segera terbang ke Istanbul untuk menjalani tes medis bersama Fenerbahce. Klub raksasa Turki itu berhasil memenangkan perburuan tanda tangan pemain berusia 22 tahun tersebut setelah menawarkan paket gaji yang jauh lebih menggiurkan ketimbang kompetitornya.
Roma memang tak pernah menyembunyikan ambisi untuk mendatangkan Greenwood sebagai pengisi pos sayap kiri serangan. Klub ibu kota Italia itu bahkan telah menyiapkan dana sekitar โฌ50 juta untuk memenuhi banderol yang diminta Olympique Marseille, klub yang memegang hak kepemilikan pemain tersebut. Namun, langkah Roma yang terkesan hati-hati justru dimanfaatkan Fenerbahce dengan pendekatan lebih agresif.
Fenerbahce memulai negosiasi lebih awal dengan Greenwood dan langsung menyepakati syarat pribadi yang dilaporkan bernilai hingga โฌ9 juta per musim. Angka ini jauh melampaui kemampuan Roma, yang harus memutar otak untuk menyeimbangkan keuangan klub. Keunggulan finansial inilah yang menjadi faktor penentu, meski pada menit-menit akhir muncul minat dari Atletico Madrid dan tentu saja Roma.
Skema pembagian keuntungan dalam transfer ini cukup rumit. Manchester United, yang menjual Greenwood ke Marseille dengan klausul penjualan kembali, berhak atas 40 persen dari keuntungan. Namun, sumber Italia menyebut angka itu hanya 30 persen, dengan tambahan 10 persen untuk Getafe, klub tempat Greenwood dipinjamkan musim lalu. Perbedaan angka ini menunjukkan kompleksitas negosiasi yang melibatkan banyak pihak.
Pengamat transfer asal Turki, Yagiz Sabuncuoglu, mengonfirmasi bahwa Fenerbahce telah menyelesaikan seluruh detail dengan Marseille dan sang pemain. Kabar ini sekaligus memupus harapan Roma yang sudah lama memburu Greenwood. Bagi Fenerbahce, kedatangan Greenwood menjadi suntikan tenaga baru untuk bersaing di Super Lig dan Eropa, sekaligus bukti ambisi klub di bawah kepemilikan baru.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa Timur mulai berani bersaing dengan raksasa Italia dalam merebut pemain bintang. Kehadiran Greenwood di Fenerbahce juga bisa meningkatkan daya tarik liga Turki di mata penonton Asia, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar sepak bola Eropa yang besar. Pertanyaan selanjutnya: mampukah Greenwood kembali ke performa terbaiknya di bawah tekanan kompetisi Super Lig yang keras?



