Mendagri Dorong Pemda Gali Kerajinan Lokal: Potensi Rp500 Triliun Masih Terabaikan
Baca dalam 60 detik
- Mendagri Tito Karnavian meminta pemda dan Dekranasda aktif mengidentifikasi potensi kerajinan daerah untuk mendorong ekonomi dan budaya.
- Pasar kerajinan global mencapai Rp500 triliun per tahun, namun Indonesia belum masuk 10 besar produsen dunia.
- Indonesia dinilai memiliki kerajinan paling beragam di dunia, tetapi banyak potensi seperti limbah cangkang mutiara belum tergarap optimal.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendesak pemerintah daerah bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk lebih agresif menggali dan mengembangkan potensi kerajinan khas di wilayah masing-masing. Seruan itu disampaikan di tengah potensi pasar global yang mencapai Rp500 triliun per tahun, namun Indonesia masih belum mampu menembus jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia.
Dalam acara penutupan rangkaian peringatan 46 tahun Dekranas di Makassar, Minggu (12/7), Tito menekankan bahwa kekayaan budaya, keberagaman suku, dan melimpahnya sumber daya alam menjadi modal besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mencontohkan pengalaman mengolah limbah cangkang mutiara di Raja Ampat menjadi produk bernilai tinggiโsebuah potensi yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah.
"Keunggulan Indonesia adalah the most diverse handicraft in the world. Jadi yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ujar Tito di hadapan para peserta. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik kerajinan yang dipengaruhi budaya, lingkungan, dan ketersediaan bahan baku, sehingga pendekatan pengembangan harus disesuaikan secara lokal.
Indonesia, menurut Tito, memiliki keunggulan komparatif yang sulit ditandingi negara lain, yaitu keragaman produk kerajinan. Namun, masih banyak potensi yang belum tergali. Ia mencontohkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang awalnya tidak bernilai, lalu diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. "Artinya, Indonesia kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," katanya.
Selain sumber daya alam, kerajinan tradisional seperti tenun juga menjadi primadona. Produk tenun Indonesia memiliki nilai seni tinggi dan banyak diburu kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya. Tito menilai bahwa jika potensi ini digarap serius, Indonesia bisa menjadi pemain utama di industri kerajinan global.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas yang dinilai berdampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya Makassar dan Sulawesi Selatan. Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang promosi produk kerajinan lokal.
Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana pemda dan Dekranasda mampu mengidentifikasi potensi unik di daerahnya, lalu mengemasnya menjadi produk yang kompetitif di pasar global. Tanpa langkah konkret, peluang Rp500 triliun per tahun akan terus dinikmati negara lain.



