Tabrakan Beruntun di Pantura Indramayu: Tiga Tewas, Belasan Luka
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantura Indramayu menewaskan tiga orang dan melukai 15 lainnya.
- Mobil pikap yang membawa 17 penumpang berhenti di lajur kanan sebelum ditabrak dari belakang oleh truk.
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mengimbau pengemudi waspada di jalur padat.

Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantai Utara (Pantura) Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7) siang, yang melibatkan tiga kendaraan dan merenggut tiga nyawa. Insiden ini menjadi pengingat akan tingginya risiko di salah satu jalur tersibuk di Pulau Jawa, terutama saat musim liburan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi berhenti di lajur kanan jalan. Saat itu, kendaraan yang membawa 17 penumpang tersebut tengah melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Sebuah truk Hino Wing Box yang datang dari belakang tidak dapat menghindar dan menabrak bagian belakang pikap.
Akibat benturan keras, pikap terdorong ke depan dan langsung bertabrakan dengan truk Hino bak berpelat nomor E 8846 BA yang melaju dari arah berlawanan. Tiga kendaraan pun ringsek di lokasi. Tiga penumpang pikap tewas di tempat, sementara 15 lainnya mengalami luka-lukaโ11 luka ringan dan empat luka berat. Kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kecelakaan di Pantura bukanlah hal baru. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Indonesia, terutama karena padatnya kendaraan berat dan minimnya penerangan di beberapa ruas. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, khususnya larangan berhenti di lajur kanan jalan tol atau jalan raya. Pengemudi pikap yang berhenti di lajur kanan diduga menjadi pemicu utama tabrakan beruntun tersebut.
Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Ipda Masnan menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi. โKami masih mendalami apakah ada faktor lain seperti kelelahan pengemudi atau kondisi kendaraan,โ ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan, terutama di jalur padat seperti Pantura, untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Berhenti di lajur kanan tanpa tanda bahaya dapat berakibat fatal. Pertanyaan yang mengemuka: apakah penegakan hukum dan sosialisasi keselamatan berkendara sudah cukup masif untuk mencegah tragedi serupa?



