Gunung Karangetang Erupsi: Lava Pijar 400 Meter, Status Siaga Dipertahankan
Baca dalam 60 detik
- Gunung Karangetang di Sulawesi Utara meletus Minggu malam, menyemburkan lava pijar setinggi 400 meter dengan luncuran mencapai 700 meter ke barat laut.
- Status gunung masih level III (siaga), dan PVMBG bersama pemerintah daerah terus memantau aktivitas vulkanik secara intensif.
- Warga di lereng diminta waspada terhadap guguran lava dan potensi bahaya lain, serta siap mengungsi jika aktivitas meningkat.

Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan letusan eksplosif kecil yang disertai semburan lava pijar setinggi 400 meter pada Minggu (12/7) malam. Peristiwa ini terjadi di Kawah II sekitar pukul 19.20 WITA, menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Vieko Rompas.
Letusan tersebut tidak hanya melontarkan material pijar ke udara, tetapi juga menghasilkan luncuran lava yang terpantau mencapai jarak 700 meter ke arah barat laut. Meskipun termasuk letusan eksplosif kecil, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung, mengingat status Gunung Karangetang masih berada di level III atau siaga.
Vieko Rompas menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah setempat dan instansi terkait terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung tersebut. "Saat ini, kami masih terus memantau perkembangan situasi secara intensif," ujarnya dalam keterangan resmi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan guguran lava dan potensi bahaya lainnya.
Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang sering menunjukkan aktivitas vulkanik. Status siaga yang masih bertahan mengindikasikan bahwa potensi letusan susulan atau peningkatan aktivitas masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, warga yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta untuk segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. "Warga yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guguran lava maupun potensi bahaya lainnya, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik," ungkap Vieko.
Dalam konteks Indonesia, erupsi Gunung Karangetang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan vulkanik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, kesadaran individu dan komunitas tetap menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko. Pertanyaan yang muncul kini adalah: akankah aktivitas Gunung Karangetang meningkat dalam waktu dekat, atau justru mereda? Pemantauan intensif terus dilakukan untuk menjawab hal tersebut.



