Prancis Bangkit di Babak Kedua, Perpanjang Derita Australia
Baca dalam 60 detik
- Prancis mencetak 30 poin tanpa balas di babak kedua untuk membalikkan ketertinggalan 12-21 atas Australia.
- Aaron Grandidier Nkanang menjadi bintang dengan dua try di laga debutnya bersama Les Bleus.
- Kekalahan ini menjadi yang keenam beruntun bagi Australia di bawah asuhan Joe Schmidt yang akan segera digantikan Les Kiss.

Prancis menunjukkan superioritasnya di babak kedua dengan mencetak 30 poin tanpa balas untuk membungkam Australia 42-29 dalam lanjutan Nations Championship di Brisbane, Sabtu (13/7). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor buruk tuan rumah yang kini menelan enam kekalahan beruntun di bawah arahan pelatih Joe Schmidt.
Sempat tertinggal 12-21 saat turun minum, tim tamu tampil garang setelah jeda. Empat try tambahan dari Romain Ntamack, Florian Verhaeghe, Theo Attissogbe, dan dua try dari debutan Aaron Grandidier Nkanang memastikan kemenangan keempat beruntun Prancis atas Australia. Grandidier Nkanang, yang lahir di London, menjadi pusat perhatian dengan dua try-nya yang brilian.
Babak pertama justru menjadi milik Australia. Fraser McReight tampil gemilang dengan dua try-nya, memanfaatkan kartu kuning yang diterima Emmanuel Meafou karena tekel tinggi. Australia unggul 21-12, namun gagal mempertahankan momentum. Pelatih Schmidt, yang akan meninggalkan jabatannya setelah laga melawan Italia pekan depan, mengakui timnya kehilangan fokus di babak kedua.
Kapten Australia, Harry Wilson, menyayangkan inkonsistensi timnya. "Kami sangat senang saat jeda, unggul 21-12. Tapi di babak kedua, kami membiarkan Prancis mencetak 30 poin tanpa balas. Itu tidak cukup baik," ujarnya. Sementara itu, Meafou memuji kebangkitan timnya. "Kami tahu mereka tidak akan menyerah, tapi kami berhasil mencetak try-try penting di babak kedua," katanya.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik mengingat semakin populernya olahraga rugby di Tanah Air. Meski belum memiliki tim nasional yang kompetitif, animo terhadap turnamen internasional seperti Nations Championship terus meningkat. Kemenangan Prancis juga menunjukkan bahwa kedalaman skuad dan strategi babak kedua menjadi kunci di level tertinggi.
Dengan hasil ini, Prancis akan menghadapi Jepang di Tokyo pada laga terakhir tur mereka, sementara Australia akan menjamu Italia dalam laga perpisahan Schmidt. Pertanyaan besarnya: mampukah Australia mengakhiri tren negatif sebelum era baru di bawah Les Kiss dimulai?



