Super Mario Lari di Hokkaido: Event Bertema Game Ikonik Hadir Pertama Kali di Jepang
Baca dalam 60 detik
- Event lari bertema Super Mario pertama di Jepang digelar di Sapporo, Hokkaido, pada September 2026, menyusul kesuksesan di Taiwan dan Hong Kong.
- Rute sepanjang 2,5 km di dalam dan sekitar Dome Daiwa House akan diiringi musik game, dengan spot foto karakter Mario dan kejutan di garis finis.
- Peserta mendapat kaos, topi, handuk, dan medali edisi terbatas; tiket penonton juga tersedia dengan area mini-game dan hands-on Nintendo Switch 2.

Sebuah event lari yang mengusung tema Super Mario, waralaba video game legendaris asal Jepang, akan digelar untuk pertama kalinya di Negeri Sakura pada musim gugur tahun ini. Setelah sukses di Taiwan dan Hong Kong, ajang bertajuk "Super Mario: Run to the Goal in Hokkaido 2026" ini dijadwalkan berlangsung di Sapporo, Hokkaido, pada 13 September 2026.
Diselenggarakan oleh Doshin EC Inc., lomba lari sepanjang 2,5 kilometer ini akan mengambil rute di dalam dan sekitar Daiwa House Premist Dome. Sepanjang lintasan, peserta akan diiringi musik khas dari seri game Super Mario yang telah menjadi ikon budaya pop global. Tak hanya berlari, panitia juga menyediakan spot foto khusus di mana peserta bisa berfoto bersama karakter Mario dan tokoh lainnya, serta merencanakan kejutan di area finis.
Bagi para peserta, paket runner akan berisi kaos, topi, handuk, dan medali edisi terbatas yang hanya tersedia dalam event ini. Selain itu, panitia juga menjual merchandise eksklusif yang bisa dibeli terpisah. Bagi pengunjung yang tidak ikut berlari, tersedia tiket masuk yang memberikan akses ke mini-game corner untuk anak-anak serta kesempatan mencoba langsung konsol Nintendo Switch 2.
Kehadiran event ini di Jepang menjadi sorotan karena Super Mario lahir dari kreator Nintendo pada 1985 dan telah berkembang menjadi salah satu waralaba game terpopuler di dunia. Film animasi terbaru yang dirilis April lalu juga menambah daya tarik waralaba ini. Bagi penggemar di Indonesia, event ini bisa menjadi destinasi wisata olahraga yang unik, mengingat popularitas Mario yang juga tinggi di Tanah Air. Meski belum ada rencana serupa di Asia Tenggara, antusiasme komunitas gamer Indonesia terhadap event tematik seperti ini patut diperhitungkan.
Menurut analis industri hiburan, kolaborasi antara olahraga lari dan properti intelektual game seperti Super Mario merupakan strategi yang efektif untuk menarik partisipasi lintas generasi. โIni bukan sekadar lomba lari, tetapi pengalaman imersif yang menggabungkan nostalgia dan aktivitas fisik,โ ujar seorang pengamat. Dengan kuota terbatas 6.000 peserta, pendaftaran yang dibuka Jumat mendatang diprediksi akan cepat habis. Pertanyaannya, akankah tren event lari bertema game ini merambah ke Indonesia dalam waktu dekat?



