Argentina Bantah Kontroversi Wasit: Fokus ke Performa Sendiri Jelang Lawan Swiss
Baca dalam 60 detik
- Bek Argentina Lisandro Martinez menepis polemik kepemimpinan wasit di Piala Dunia, menyebut kinerja mereka sangat baik.
- Komentar ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Mesir mengkritik keputusan VAR yang menganulir gol Mostafa Zico saat Argentina menang 3-2.
- Argentina bersiap menghadapi Swiss di perempat final, dengan tekad memperbaiki kelemahan sendiri tanpa terpengaruh kontroversi.

Bek Argentina Lisandro Martinez dengan tegas membantah adanya kontroversi kepemimpinan wasit di Piala Dunia, Jumat (7/12), dan menilai para pengadil lapangan telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Pernyataan ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) melayangkan protes keras terkait keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Mostafa Zico pada babak 16 besar, yang berujung pada kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina.
Dalam laga yang berlangsung di Kansas City tersebut, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-79 sebelum akhirnya bangkit dan mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir. Namun, sorotan justru tertuju pada keputusan wasit yang menganulir gol Zico pada menit ke-62, yang seharusnya menggandakan keunggulan Mesir. EFA menilai penggunaan VAR tidak konsisten dan merugikan timnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina telah membela para ofisial, menolak tuduhan bias, dan menegaskan bahwa wasit bekerja secara independen. Martinez pun angkat bicara, menepis anggapan bahwa wasit menjadi masalah. "Tidak, sama sekali tidak. Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Itu urusan kalian (media) yang kadang menimbulkan kontroversi. Kami hanya fokus memberikan yang terbaik di lapangan," ujarnya.
Pernyataan Martinez mencerminkan sikap tim juara bertahan yang enggan terlibat dalam polemik. Ia justru memuji kualitas wasit dan mengalihkan perhatian pada pertandingan selanjutnya melawan Swiss. "Seperti biasa, yang membedakan tim ini adalah rasa hormat terhadap lawan. Jika Swiss berada di tahap ini, itu karena mereka memiliki banyak kelebihan. Kami menonton pertandingan mereka melawan Kolombia, mereka selalu berusaha bermain. Fisik mereka sangat kuat, juga dalam situasi bola mati. Saya pikir ini akan menjadi tontonan hebat karena kedua tim berusaha bermain," tambah Martinez.
Senada dengan Martinez, bek Cristian Romero menekankan bahwa Argentina lebih berkonsentrasi pada perbaikan diri sendiri ketimbang siapa pun lawan yang dihadapi. "Terlepas dari siapa yang kami hadapi, apa pun nama lawan atau dari mana mereka berasal, kami selalu fokus pada diri sendiri dan memperbaiki kesalahan yang kami miliki," ujar Romero, yang mencetak gol pertama Argentina ke gawang Mesir.
Sikap ini menunjukkan kedewasaan tim asuhan Lionel Scaloni yang enggan terpancing isu eksternal. Dengan mentalitas seperti itu, Argentina berpeluang besar melangkah lebih jauh, meski Swiss bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Pertanyaan besarnya, mampukah Argentina mempertahankan fokus dan konsistensi untuk mempertahankan gelar juara dunia?



