Zverev Hentikan Mimpi Fery, Melaju ke Final Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Alexander Zverev mengalahkan petenis tuan rumah Arthur Fery dalam tiga set langsung untuk merebut tiket final Wimbledon.
- Kemenangan ini membuka peluang Zverev meraih gelar Grand Slam kedua beruntun setelah sukses di Prancis Terbuka.
- Di partai puncak, Zverev akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic yang tengah memburu rekor gelar ke-25.

Alexander Zverev memastikan langkahnya ke partai puncak Wimbledon setelah menaklukkan petenis muda Inggris, Arthur Fery, dengan skor 7-6(0), 6-2, 6-4 pada Jumat (10/7) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengubur mimpi Fery yang mencoba mengulang sukses Goran Ivanisevic sebagai wildcard finalis Grand Slam.
Bagi Zverev, ini adalah final Grand Slam kelimanya dan menjadi kesempatan emas untuk meraih gelar major kedua secara beruntun setelah menjuarai Prancis Terbuka bulan lalu. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu tampil trengginas di lapangan rumput All England Club, meski sempat kesulitan di awal pertandingan akibat angin kencang yang bertiup di lapangan.
Set pertama menjadi penentu. Setelah saling mematahkan servis, Zverev tampil sempurna di tiebreak tanpa kehilangan satu poin pun. Ia hanya butuh dua set berikutnya untuk menyudahi perlawanan Fery yang masih berusia 23 tahun. "Arthur adalah pemain luar biasa. Saya yakin dia akan berkarier panjang dan meraih banyak prestasi," puji Zverev seusai laga.
Fery, yang tampil sebagai wildcard, berusaha keras mengejar ketertinggalan di set kedua. Namun, pengalaman Zverev yang sudah malang melintang di turnamen besar membuat petenis muda itu tak berdaya. Dukungan penuh penonton di Centre Court yang hampir seluruhnya mendukung Fery tak mampu mengubah keadaan. "Saya tahu 99,99 persen penonton ingin Arthur menang, tapi atmosfernya luar biasa. Penonton di sini sangat sportif," ujar Zverev.
Kemenangan ini juga menempatkan Zverev dalam jajaran elite petenis yang mampu menembus final di semua turnamen Grand Slam. Sebelumnya, ia pernah menjadi runner-up di Prancis Terbuka (2024) dan AS Terbuka (2020), serta mencapai semifinal Australia Terbuka. "Wimbledon selalu menjadi turnamen yang paling sulit bagi saya. Sekarang saya di final, saya sangat bahagia dan bangga. Tapi masih ada satu pertandingan lagi pada Minggu," tegasnya.
Di partai puncak, Zverev akan berhadapan dengan pemenang laga antara juara bertahan Jannik Sinner dan Novak Djokovic yang mengincar gelar Grand Slam ke-25. Meski Djokovic dianggap sebagai favorit, Zverev tak gentar. "Lawan siapa pun tidak akan mudah. Saya harus percaya pada diri sendiri dan yakin bisa menang," pungkasnya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, pertandingan final Wimbledon ini layak dinantikan. Zverev yang tampil konsisten sepanjang turnamen berpotensi memberikan kejutan, sementara Djokovic atau Sinner diprediksi akan memberikan perlawanan sengit. Akankah Zverev mampu mengulang suksesnya di Roland Garros? Atau justru Djokovic yang akan menambah koleksi gelarnya?



