Arsenal Siapkan Pengganti Trossard: Christos Tzolis, Calon ‘Salah Baru’ di Emirates
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan akan merekrut Christos Tzolis dari Club Brugge dengan nilai transfer £35 juta untuk menggantikan Leandro Trossard yang hengkang ke Besiktas.
- Tzolis, yang gagal di Norwich, kini menjelma menjadi winger tajam dengan 22 gol dan 29 assist musim lalu, dianggap sebagai versi potensial Mohamed Salah.
- Kedatangan Tzolis diharapkan mengatasi masalah produktivitas lini serang Arsenal, yang minim gol meski juara Premier League 2025/26.

Arsenal bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah mengonfirmasi kepergian Leandro Trossard ke Besiktas dengan nilai £17 juta, The Gunners dikabarkan hampir menyelesaikan kesepakatan senilai £35 juta untuk mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge. Pemain sayap asal Yunani itu disebut-sebut sebagai kandidat ideal untuk mengisi kekosongan di sisi kiri serangan, bahkan dibandingkan dengan Mohamed Salah.
Keputusan Arsenal melepas Trossard memang tak terhindarkan. Pemain Belgia berusia 31 tahun itu telah menjadi bagian penting dalam skema Mikel Arteta sejak didatangkan dari Brighton pada Januari 2023. Namun, dengan kontrak yang tersisa dan tawaran menggiurkan dari Turki, Arsenal memilih untuk tidak menghalangi kepergiannya. Langkah ini sekaligus menandai pergeseran strategi klub: berani melepas pemain kunci demi regenerasi skuad yang lebih segar.
Fenomena serupa pernah terjadi di Liverpool. Pada April 2025, The Reds memperpanjang kontrak Mohamed Salah dengan gaji £400 ribu per pekan hingga usia 35 tahun. Meski Salah sempat menjadi motor utama peraihan gelar Premier League, performanya menurun drastis musim lalu hingga akhirnya memutuskan hengkang lebih awal. Arsenal tampaknya belajar dari kasus tersebut: mempertahankan pemain aging dengan beban gaji tinggi bukanlah jaminan kesuksesan jangka panjang.
Christos Tzolis bukan nama asing bagi penggemar sepak bola Inggris. Pemain 23 tahun itu pernah membela Norwich City pada 2021-2023, namun gagal menunjukkan performa terbaiknya. Hanya tiga gol dari 30 penampilan di semua kompetisi, termasuk 14 laga Premier League tanpa kontribusi gol. Namun, sejak pindah ke Club Brugge, kariernya melesat. Musim lalu, ia menjadi mesin gol dengan torehan 22 gol dan 29 assist, serta tiga kontribusi gol di Liga Champions. Jacek Kulig, pengamat bakat muda, menyebutnya sebagai "pembelian yang luar biasa" bagi klub Belgia tersebut.
Perbandingan dengan Mohamed Salah bukan tanpa alasan. Keduanya sama-sama gagal di klub Inggris pertama (Salah di Chelsea, Tzolis di Norwich), lalu bangkit menjadi pemain mematikan. Tzolis memiliki kecepatan, kelincahan, dan naluri mencetak gol yang mirip dengan bintang Mesir itu. Jika adaptasinya berjalan mulus, Arsenal bisa mendapatkan pemain sayap kiri yang haus gol—sesuatu yang sangat dibutuhkan setelah lini depan mereka dinilai kurang produktif musim lalu meski berhasil meraih gelar juara.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti. Klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan setiap rekrutan baru selalu menjadi topik hangat. Kehadiran Tzolis juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang ingin berkarier di Eropa: kegagalan di awal bukanlah akhir segalanya.
Namun, Arsenal belum selesai berbelanja. Selain Tzolis, klub juga dikabarkan serius mendatangkan Morgan Rogers dan Bruno Guimaraes. Rogers, gelandang serang berbakat, diharapkan bisa menambah kreativitas di lini tengah. Sementara Guimaraes, kapten Newcastle United, menjadi target utama untuk memperkuat lini tengah. Dengan ambisi mempertahankan gelar dan bersaing di Eropa, Arteta membutuhkan skuad yang lebih dalam dan berkualitas.
Pertanyaan besarnya: akankah Tzolis mampu mengulang kesuksesan Salah di Premier League? Atau justru kembali gagal seperti pengalaman pertamanya di Inggris? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, satu hal pasti: Arsenal tidak ingin mengulangi kesalahan Liverpool dengan mempertahankan pemain hingga usia senja. Mereka memilih investasi muda dengan potensi tinggi—sebuah langkah berani yang bisa menentukan masa depan klub.



