Burnley Tunjuk Nicky Hayen sebagai Pelatih Baru, Target Kembali ke Premier League
Baca dalam 60 detik
- Burnley resmi menunjuk Nicky Hayen, mantan pelatih Genk, dengan kontrak tiga tahun untuk menggantikan Scott Parker.
- Hayen dihadapkan pada tantangan membawa Burnley kembali ke Premier League setelah klub mengalami degradasi dan gagal mendatangkan Craig Bellamy serta Rob Edwards.
- Ketua klub Alan Pace menekankan pendekatan berkelanjutan dengan identitas permainan yang jelas sebagai fondasi kebangkitan.

Burnley resmi menunjuk Nicky Hayen sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Pelatih asal Belgia berusia 45 tahun itu ditugaskan membawa The Clarets kembali ke Premier League setelah musim lalu terdegradasi.
Hayen menggantikan Scott Parker yang hengkang pada akhir April melalui kesepakatan bersama. Langkah ini diambil Burnley setelah gagal merekrut Craig Bellamy dan Rob Edwards. Bellamy, yang pernah menjadi asisten Vincent Kompany, gagal direkrut karena negosiasi staf pelatih buntu, sementara Edwards menolak tawaran.
Sebelum menangani Genk, Hayen pernah melatih Haverfordwest County di Wales pada 2021-2022. Musim lalu, ia membawa Genk finis di posisi ketujuh Liga Belgia. Meski prestasinya belum mentereng, manajemen Burnley percaya Hayen mampu membangun tim dengan identitas jelas dan mengembangkan pemain.
"Saya senang bergabung dengan klub yang memiliki sejarah nyata dan suporter yang peduli," ujar Hayen di situs resmi klub. "Saya tahu sebagian besar dari mereka belum mengenal saya, itu wajar dan tugas saya untuk mengubahnya."
Hayen akan bergabung dengan tim dalam tur pramusim di Amerika Serikat. Laga kompetitif pertamanya adalah babak pertama Carabao Cup melawan Notts County pada 8 Agustus.
Burnley menikmati enam musim beruntun di Premier League antara 2016 dan 2022, sebagian besar di bawah asuhan Sean Dyche. Namun, sejak degradasi 2021-2022, mereka bergantian antara promosi dan degradasi di bawah Kompany dan Parker. Ketua klub Alan Pace menegaskan, "Kami mendukung rencana sepak bola yang jelas dalam model berkelanjutan. Fokus kami sekarang adalah musim yang kuat dan kembali ke Premier League dengan fondasi kokoh."
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Burnley menarik karena menunjukkan tren klub Championship yang berani merekrut pelatih asing dengan rekam jejak berbeda. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub Liga 1 yang kerap berganti pelatih tanpa perencanaan jangka panjang. Pendekatan Burnley yang mengedepankan identitas dan pengembangan pemain layak dicontoh.
Pertanyaan besarnya, mampukah Hayen mengulang kesuksesan Dyche yang membawa Burnley stabil di Premier League? Atau justru akan menjadi bagian dari siklus promosi-degradasi yang terus berulang? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



