Ecclestone Ukir Rekor, India Tumbang di Hari Pertama Tes Lord's
Baca dalam 60 detik
- Sophie Ecclestone menjadi pemegang rekor wicket terbanyak Inggris di semua format setelah menorehkan 3-68 dalam laga melawan India.
- India kehilangan tujuh wicket terakhir hanya dengan 95 run setelah sempat dominan berkat penampilan Mandhana, Harmanpreet, dan Deepti.
- Laga masih terbuka lebar dengan Inggris hanya kehilangan satu wicket di akhir hari pertama.

Sophie Ecclestone resmi mencatatkan namanya dalam sejarah kriket Inggris sebagai pemegang rekor wicket terbanyak di semua format, setelah ia memborong tiga wicket krusial yang menghentikan laju India pada hari pertama pertandingan Tes tunggal putri di Lord's, London. Dalam cuaca terik yang menguras tenaga, India yang sempat berada di posisi nyaman 190-3 akhirnya runtuh dan hanya mampu mengumpulkan 285 run dari 74,5 over.
Keputusan kapten Inggris Nat Sciver-Brutt untuk memilih bowling lebih dulu di lapangan yang bersahabat bagi batsman sempat dipertanyakan. Namun, strategi itu mulai membuahkan hasil setelah makan siang, ketika para bowler Inggris bangkit dari performa awal yang goyah. Mandhana yang tampil memukau dengan 83 run harus pulang setelah tertangkap oleh Amy Jones dari lemparan Issy Wong, memicu kemerosotan India yang kehilangan tujuh wicket terakhir hanya dengan tambahan 95 run.
Debutan Mady Villiers juga tampil gemilang dengan dua wicket, termasuk menyingkirkan kapten India Harmanpreet Kaur yang baru saja mencapai setengah abad. Villiers sukses memanfaatkan belokan bola yang cukup terasa di hari pertama, membuat para batsman India kesulitan membaca lemparan. Harmanpreet yang mencetak 58 run akhirnya tumbang setelah bola Villiers menembus pertahanannya dan menghantam middle stump.
Bagi India, kegagalan memanfaatkan momentum awal menjadi catatan penting. Smriti Mandhana yang tampil agresif dengan 50 run dari 63 bola sempat membawa India mendominasi, namun setelah kepergiannya, lini tengah India goyah. Deepti Sharma yang mencetak 50 run berusaha menahan laju kejatuhan wicket, tetapi Ecclestone yang tak kenal lelah akhirnya membongkar pertahanan India. Lauren Filer dan Lauren Bell juga mencatatkan sejarah: Filer menjadi wanita pertama yang mengambil wicket Tes di Lord's, sementara Bell memukau dengan lemparan yang menghancurkan stumps Yastika Bhatia.
Dari sisi Inggris, kondisi fisik pemain menjadi sorotan. Lauren Bell yang bermain penuh di Piala Dunia T20 tampak kelelahan, sementara Filer dan Wong yang jarang dimainkan terlihat kurang tajam. Cedera betis Sciver-Brunt yang membatasi perannya sebagai bowler dan absennya Charlie Dean membuat tim tampli timpang. Namun, Villiers dan Ecclestone mampu menambal celah tersebut, menyelamatkan Inggris dari hari yang brutal di bawah sinar matahari London.
Dengan tiga hari tersisa dan cuaca panas diperkirakan masih akan berlanjut, laga ini masih sangat terbuka. Inggris yang hanya kehilangan satu wicket—Tammy Beaumont dalam penampilan internasional terakhirnya—masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan. Pertanyaan besarnya: mampukah para batsman Inggris bertahan di lapangan yang mulai membantu spinner, atau justru India yang akan memanfaatkan kelemahan lawan?



