Merlier Menang Sprint di Bordeaux, Pogacar Kokoh di Puncak Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Belgia Tim Merlier memenangi etape ketujuh Tour de France setelah sprint sengit di Bordeaux, mengungguli Soren Waerenskjold dan Jasper Philipsen.
- Tadej Pogacar tetap memegang jersey kuning dengan keunggulan waktu yang nyaman, memperkuat peluangnya meraih gelar juara ketiga berturut-turut.
- Kemenangan ini didedikasikan Merlier untuk rekannya Bert van Lerberghe yang mundur, menunjukkan solidaritas tim di tengah persaingan ketat.

Pembalap Belgia Tim Merlier (Soudal Quick-Step) memenangi etape ketujuh Tour de France di Bordeaux, Jumat, dalam sebuah sprint ramai yang menegangkan. Ia mengalahkan Soren Waerenskjold (Uno-X Mobility) dengan akselerasi dahsyat di 200 meter terakhir, sementara Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) sukses mempertahankan jersey kuning dan memimpin klasemen umum.
Etape sepanjang 175,1 kilometer dari Hagetmau ke Bordeaux ini merupakan jalur datar yang ideal bagi para sprinter. Sejak awal, dua pembalap, Baptiste Veistroffer dan Jakub Otruba, melancarkan serangan dan memimpin selama 157 kilometer sebelum akhirnya tersusul oleh peloton. Kecepatan tinggi di lima kilometer terakhir mencapai lebih dari 60 km/jam, menciptakan tekanan luar biasa bagi para sprinter.
Di kilometer akhir, Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech) sempat memimpin sprint, namun tak mampu bertahan saat Merlier melancarkan serangan. Philipsen finis kelima, sementara Biniam Girmay (Intermarchรฉ-Wanty) merebut posisi ketiga. Merlier, yang meraih kemenangan keempatnya di Tour de France, mengakui bahwa posisinya sempat kacau sebelum akhirnya berhasil berkat kerja tim.
"Itu berantakan untuk berada di posisi. Tapi saya berhasil, berkat tim," ujar Merlier seusai balapan. Ia juga mendedikasikan kemenangan ini untuk rekannya Bert van Lerberghe yang mundur sebelum etape. Merlier sebelumnya menyatakan di Instagram akan berusaha menang untuk menghormati rekan setimnya tersebut.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France selalu menjadi tontonan bergengsi yang menyajikan drama dan kecepatan. Meski belum ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang ini menginspirasi para atlet muda untuk mengembangkan bakat di cabang olahraga yang masih tumbuh di Tanah Air. Persaingan para sprinter seperti Merlier dan Philipsen juga menjadi pelajaran tentang pentingnya strategi dan kerja tim.
Pogacar, yang sudah empat kali juara Tour de France, tampil dominan di etape awal dan diprediksi akan terus mempertahankan keunggulannya. Namun, tantangan dari pembalap seperti Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) masih mengintai di etape pegunungan mendatang. Sementara itu, para sprinter akan kembali bersaing di etape kedelapan yang juga datar, memberi peluang bagi Merlier untuk meraih kemenangan kedua.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya adalah: akankah Pogacar mampu mempertahankan jersey kuning hingga Paris, atau ada kejutan yang menanti di pegunungan Alpen?



