Akun Resmi AFA Dibajak: Email Protes Wasit Berujung Ancaman Siber
Baca dalam 60 detik
- Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) melaporkan dugaan peretasan akun surel resmi setelah muncul email yang mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga Argentina vs Mesir.
- Email yang diduga dikirim peretas asal Mesir menyebut kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir tidak sah dan penuh keputusan wasit korup.
- Insiden ini menambah tensi diplomatik sepak bola setelah Federasi Mesir secara resmi meminta FIFA menindak wasit Prancis Francois Letexier.

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengonfirmasi adanya kemungkinan peretasan terhadap akun surel resmi mereka, setelah sejumlah pesan elektronik yang mengkritik keputusan wasit dalam laga Argentina melawan Mesir di Piala Dunia 2026 dilaporkan beredar. Insiden ini memicu kekhawatiran baru tentang keamanan siber di tubuh federasi sepak bola negara juara bertahan.
Dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Atlanta, Argentina sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez. Namun, kemenangan dramatis itu justru memicu kontroversi. Federasi Sepak Bola Mesir secara resmi meminta FIFA menjatuhkan sanksi kepada wasit Francois Letexier dan tim ofisialnya, dengan tuduhan keberpihakan terhadap Argentina.
Menurut laporan media Argentina, La Calle, surel yang dikirim dari akun AFA kepada sejumlah jurnalis setelah pertandingan menyatakan bahwa "Argentina tidak menang" dan hasil akhir merupakan produk dari "keputusan wasit yang korup." Sumber internal AFA menyebutkan bahwa sekelompok peretas asal Mesir diduga berada di balik pengiriman surel tersebut, yang juga memuji performa Mesir.
Menanggapi insiden tersebut, AFA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengimbau publik untuk mengabaikan surel mencurigakan yang mengatasnamakan institusi mereka. "Kami mendeteksi kemungkinan pengiriman surel dari salah satu akun institusional yang tidak dibuat atau diotorisasi oleh tim kami," tulis AFA. Mereka juga memperingatkan agar tidak mengklik tautan atau lampiran dari surel tersebut, serta menegaskan bahwa tim keamanan siber sedang bekerja untuk mengklarifikasi kejadian dan mengambil langkah pengamanan yang diperlukan.
Ketegangan antara Argentina dan Mesir semakin memanas setelah pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan pernyataan pedas. "Mungkin mereka ingin menjaga juara dunia tetap bertahan di kompetisi. Mungkin mereka ingin Messi terus berlaga. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level. Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina atas hasil ini," ujar Hassan. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa Argentina mendapat perlakuan istimewa dari wasit, sebuah tuduhan yang kerap muncul di media sosial.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, insiden ini mengingatkan pada pentingnya keamanan siber di era digital, terutama bagi institusi olahraga besar. Kasus peretasan akun resmi federasi sepak bola bukanlah yang pertama, namun dampaknya bisa mempengaruhi kredibilitas pertandingan dan hubungan bilateral antarnegara. Di tengah euforia Piala Dunia 2026, insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya dimainkan di lapangan, tetapi juga di ranah maya.
Argentina sendiri akan menghadapi Swiss di perempat final pada Minggu mendatang. Namun, pertanyaan yang kini mengemuka: akankah FIFA mengambil tindakan tegas terhadap tuduhan Mesir, atau justru insiden peretasan ini akan meredakan tekanan terhadap wasit? Satu hal yang pasti, keamanan siber federasi sepak bola kini menjadi sorotan dunia.



