Alfie Hewett Lolos ke Final Wimbledon Kelima Beruntun Usai Bangkit dari Ketertinggalan
Baca dalam 60 detik
- Petenis kursi roda Inggris, Alfie Hewett, memastikan tiket final Wimbledon kelima berturut-turut setelah menundukkan Gustavo Fernandez dalam tiga set.
- Hewett mengakui emosi sempat mengganggu permainannya di set pertama, namun ia mampu bangkit dan mendominasi dua set berikutnya.
- Di partai puncak, Hewett akan berhadapan dengan Tokito Oda, juara bertahan yang telah memenangi lima gelar Grand Slam terakhir.

Alfie Hewett, petenis kursi roda asal Inggris, kembali menunjukkan mental juara dengan melaju ke final Wimbledon untuk kelima kalinya secara beruntun. Unggulan kedua itu harus bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Gustavo Fernandez dari Argentina dengan skor 6-7 (2-7), 6-0, 6-3 di semifinal, Kamis (11/7).
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Satu itu menjadi ujian berat bagi Hewett. Ia kehilangan set pertama melalui tie-break setelah permainannya terganggu oleh ketegangan. "Saya terlalu tegang dan emosi menguasai saya," aku Hewett, yang merupakan juara Wimbledon 2024. Namun, ia mampu menenangkan diri dan tampil dominan di dua set berikutnya tanpa kehilangan satu game pun di set kedua.
Kemenangan ini membawa Hewett berhadapan dengan Tokito Oda dari Jepang, yang tahun lalu mengalahkannya di final. Oda, yang kini menjadi petenis nomor satu dunia, telah memenangi lima gelar Grand Slam terakhir secara beruntun. "Dia sedang dalam performa terbaik, memenangi semua Grand Slam tahun ini, dan menjadi nomor satu dunia bukan tanpa alasan," ujar Hewett mengakui keunggulan lawannya.
Selain di nomor tunggal, Hewett juga akan beraksi di final ganda bersama Gordon Reid. Pasangan yang telah enam kali menjadi juara Wimbledon itu akan menghadapi Oda dan Fernandez. Tahun lalu, mereka gagal meraih gelar ketiga beruntun setelah dikalahkan Martin de la Puente (Spanyol) dan Ruben Spaargaren (Belanda).
Sementara itu, di nomor quad tunggal kursi roda, wakil Inggris Andy Lapthorne harus mengakui keunggulan unggulan kedua Sam Schroder dengan skor 6-1, 6-1. Schroder akan bertemu rekan senegaranya, Niels Vink, yang merupakan unggulan pertama, di final.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, ajang Wimbledon selalu menjadi tontonan bergengsi. Prestasi Hewett dan Oda menunjukkan perkembangan pesat tenis kursi roda yang semakin kompetitif. Dengan duel ulang final tahun lalu, partai puncak kali ini diprediksi berlangsung sengit. Mampukah Hewett membalaskan kekalahan tahun lalu, atau Oda akan memperpanjang dominasinya?



